BULUKUMBA, EXPOSETIMUR.com – Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bulukumba melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bulukumba, Senin (16/03/2020).
Aksi yang dilakukan HMI ini, terkait proses penjaringan anggota penyelenggara pemilihan umum Kepala Daerah yang disinyalir kurang profesional. Hal tersebut dikatakan Adrianto Sudra dalam orasinya selaku jendral lapangan pada aksi tersebut.
“Pihak KPU kami sinyalir tidak profesional, bagaimana mungkin proses pemilihan Bupati dan wakil Bupati akan baik dan bersih apabila pihak panitia di KPU diduga meloloskan anggota parpol menjadi penyelenggaran pemilukada” Pungkasnya.
Adrianto juga menyoroti kinerja Bawaslu dalam mengawal proses penjaringan yang dilakukan KPU, ia menganggap Bawaslu selaku pengawas telah mati suri.
“Sesuai dengan aturan yang ada, Bawaslu adalah lembaga pengawasan setiap tahapan yang mengawasi proses rekrutmen calon penyelenggara pemilu, namun adanya idikasi pengurus parpol lolos, maka kami anggap Bawaslu tidak maksimal dalam pengawasan bahkan kami anggap sudah mati suri” teriak Adrianto.
Berikut pernyataan sikap demonstran:
1. Ter indikasi anggota parpol masuk menjadi anggota penyelenggara pemilu
2. Adanya kesalahan pengimputan yang terindikasi di sengaja
3. Tidak adanya parameter terkait penjaringan anggota PPS, baik dalam tes tertulis, maupun dalm tes wawancara
4. Menuntut KPU untuk profesional dan transparan dalam menjalankan tugas sesuai Undang Undang
5. Menuntut Bawaslu untuk memperbaiki kinerja pengawasan Pemilu sebagai pentuk evaluasi pengawasan pemilu (check and balance) KPU.
(Red)












