Sultra, Koltim, exposetimur.com – Kepala Dinas komunikasi informatika dan persandian (Diskominfo) I Nyoman Abdi salah satu pria kelahiran 1973 pulau Dewata Bali. Saat berusia 4 tahun hijrah ke Sulawesi tenggara, mulai dari sekolah dasar negeri hingga perguruan tinggi, tak sedikit diakuinya atas bantuan keluarga dan orang lain.
Lanjut sekilas mengenang masa pendidikan, I Nyoman abdi juga salah satu alumni pelajar SMA Rate Rate pada tahun 1992-1995, kampus USN Kolaka dan UNM Makassar.
Sebelum menjabat kepala dinas, dirinya mengaku banyak bergalut di dunia pendidikan. Pertama kali menjadi tenaga pendidik pada tahun 1998 di sekolah menengah atas SMA negeri 1 pakue, dan SMP negeri Poli Polia.
Sesaat setelah berhasil lulus di universitas Makassar (UNM), ia ditempatkan sebagai pengawas di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka Timur dan 2013 diangkat menjadi sekertaris dikmudora lalu tepat 9 Januari 2018 menjabat sebagai sekretaris Bappeda lipbam. Pada tanggal 25 Mei 2018 di nobatkan menjadi sekertaris eselon 3A PU-PR Kabupaten Kolaka Timur.
Perjuangan I Nyoman Abdi, semakin menuai hasil saat mengikuti seleksi eselon 2 berhasil terpilih sebagai kepala dinas komunikasi informatika dan persandian, dilantik pada bulan Februari 2019 lalu hingga terkini.
I Nyoman Abdi, cukup berprestasi, tercatat juara 6 2011 berpraktis tingkat nasional semangat juang yang di milikinya tidak pernah surut salah satu ciri khas sosok I Nyoman Abdi, terbukti pada tahun 2012 kembali mengikuti lomba inovasi dan benpraktis dengan meraih juara 1 (satu) tingkat Nasional.
Hari demi hari yang di laluinya, terus belajar dan mengembangkan potensi ilmu pengetahuan
Yang di milikinya, menuai hasil 2013 menjadi pengawas berprestasi dan mendapatkan apresiasi sebagai duta pendidikan,serta mendapatkan fasilitas keliling dunia. Dan menyempatkan diri mengajar di Moskow, Finlan omnial schoul (sekolah butik) dan di Swedia kulinerei school (sekolah kuliner) bahkan sempat menghadiri (mengikuti)hari jadi negara Swedia (2014).
Program kegiatan selama menjabat sebagai kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Kominfo) di tengah situasi pademik covid-19 I Nyoman abdi menjelaskan, secara objektif dan efisien.
Pihaknya selalu melakukan koordinasi dan kerjasama kepada seluruh kantor persandian, dan bekerja sama dengan media online, media cetak dan media TV.
Ditengah situasi pademi Covid-19 kata dia, pemkab koltim melakukan upaya pencegahan penyebaran mulai dari sosialisasi,edukasi, dan tereckin mencari, menemukan dan mengabarkan.
Sejak mewabahnya covid-19 sempat di kecamatan Lambandia ,ada pasien terkonfirmasi positif covid-19 berjumlah 4 orang dari lingkup tenaga pendidik,kesemuanya itu telah menjalani masa penyembuhan.
“Sementara untuk status terkini, kabupaten Kolaka timur berada dalam kategori status zona hijau,Orage, meski demikian pihaknya tetap melakukan kegiatan sosialisasi, pencegahan penyebaran covid-19 dengan serentak melakukan himbauan barsama semua sektor pemerintahan sekolaka timur, dan saling mengingatkan agar tidak terlenah dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Saat beraktivitas (berinteraksi) gunakan alat pelindung diri (masker), cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir serta rajin berolahraga dan perbanyak berdoa”.
Lanjut kata dia” Keseriusan dalam penanganan Covid-19 bukan hanya diwilayah kota ,tepat Selasa kemarin 3 Agustus 2021 Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur dibawa komando kosong satu Andi Merya Nur SIP , Pemkab Koltim Menggelar Pertemuan Penting bertempat di ruang aula Pemda.
Bupati Andi Merya Nur SIP, mengajak kepada seluruh OPD, dan tingkat pemerintahan untuk serentak memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Giat tersebut dihari seluruh OPD dan tingkat pemerintahan Sekabupaten Kolaka Timur dengan tema penanganan covid-19 berbasis kelurahan dan Desa
Kendati demikian, jumlah sasaran vaksinasi di Koltim adalah 95.172 jiwa, yang sudah divaksin untuk dosis satu ( 1 ) yakni 19%, sedang dosis dua (2) sebanyak 7.484 jiwa. Rendahnya capaian vaksinasi tersebut karena terbatasnya jumlah dosis vaksin.
“Bupati berharap Kepada seluruh masyarakat, agar menggurangi mobilitas kegiatan diluar rumah, dan untuk menemukan kasus baru kita harus melakukan tes sebanyak-banyaknya, baik rapit tes antigen mau pun tes PCR,”ujar Inyoman Abdi menirukan harapan Andi Merya Nur, Bupati koltim.












