Majene, exposetimur.com – Aksi unjuk rasa SPPM berbutut saling dorong antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan sempat terjadi di pintu masuk Kantor Bupati Majene, Selasa (5/10/2021)
Aksi unjuk rasa yang diorganisir oleh Gerakan Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) ini terkait anggaran bencana korban gempa Malunda dan Ulumanda beberapa waktu yang lalu, dan saat dijelaskan bahwa Bupati sedang tidak berada ditempat, membuat mahasiswa memaksa untuk masuk ke ruangan Bupati, hingga ahirnya terjadilah aksi saling dorong dengan aparat.
Setelah melakukan orasi di halaman Kantor Pemkab Majene yang berjumlah kurang lebih 30 orang, mendesak pemerintah khususnya Bupati dan Wakil Bupati Majene untuk menemui mereka para demonstran.

Bahkan mahasiswa mengatakan jika pemerintah tidak menemui mereka dalam waktu 1X24 jam, maka keadaan akan berubah
“jika hari ini, pemerintah tidak menemui kami, jangan salahkan kami jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, dan kami akan menyegel Kantor Bupati ini” ucap para demonstran.
Dari informasi yang di himpun pewarta exposetimur di lokasi bahwa, saat ini di ketahui Bupati dan Wakil Bupati masih berada luar daerah untuk tugas kedinasan bersama OPD lainnya.
Saat Drs Ilhamsyah M,Si selaku Kepala BPBD Kabupaten Majene mencoba menemui demonstran untuk memberikan keterangan, sontak di tolak dengan alasan mereka hanya butuh Bupati dan Wakil Bupati menemui mereka bukan yang lain.
Pantauan pewarta exposetimur, sampai detik ini, pihak aparat gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian Polres Majene dan Satpol-PP masih terus melakukan pengamanan di depan pintu masuk Kantor Bupati.












