Amburadul Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu

  • Bagikan
Nasrullah Direktur PDAM Sinjai
Nasrullah Direktur PDAM Sinjai

SINJAI, exposetimur.com _Sedih bercampur keheranan salah seorang pelanggan Perumda Air Minum Tirta Sinjai Bersatu adalah Jusniati warga jalan Persatuan Raya Bikeru, Joalampe, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Atas tagihan pembayaran pemakaian air disinyalir ada permainan pihak Perumda Tirta Sinjai. Perlu disikapi secara bijak demi menebas kesan tarif “amburadul” (tarif tidak sesuai pemakaian konsumen red).

Dengan raut muka rona protes, Jusniati mengatakan adanya kejanggalan pada nota tagihan pemakaian air berkisar Rp 204.000,- yang seharusnya hanya membayar biaya beban bulanan seperti bulan sebelumnya. Tertera pada nota pembayaran di kantor pos Sinjai srlatan tanggal 22 Oktober 2021 dengan nomor pelanggan 050308113 pemakaian sekitar 50 Kubik. Padahal bulan sebelumnya hanya sekitar 14 ribu rupiah.

“Ada kesalahan catatan pemakaian air. Dimana seharusnya saya hanya membayar beban bulanan karena sampai saat ini masih menggunakan air sumur nanti musim kemarau baru menggunakan air ledeng. Saya catat setiap bulan kilometer saya untuk mewanti-wanti adanya permainan pada nota tagihan. Bulan Agustus kilometer saya 00550, Bulan September juga 00550 dan untuk pembayaran bulan Oktober tetap 00550 tapi kok nota tagihan tiba-tiba naik sekitar Rp 204.000,. Ini ada tidak beres di Prumda Sinjai” Urai Jusniati, Senin 25 Oktober 2021

Sebelumnya juga terjadi hal serupa pada tagihan air Masjid Al Arham Dusun Lappacilama, Desa Alenangka, Kecamatan Sinjai Selatan. Dari tagihan setiap bulannya hanya sekitar Rp 50 ribu, tiba-tiba meroket menjadi sekitar Rp 400.000,- . Saat itu Ustads Wahardin mengeluhkan hal ini dan menunda membayar tagihan tersebut dengan alasan ada kenaikan tidak wajar.

“Folea elo pajaki uhae Lago, na dena kujaji pajakki. Liwa-liwa enrena, na pemakaian pada mua huleng mallaloe” Sebut Wahardi terenyuh dengan bahasa sehari-hari (Bugis red” kalau diartikan, dirinya dari kantor pos mau membayar tagihan pemakaian air namun tidak jadi dibayar karena adanya kenaikan tarif tidak wajar.

Baca Juga :   Dari Lelang Buku, Mr. Jun: Menang Hanya Soal Angka Tapi Bagaimana Kemanfaatan dan Kelanjutan Sebuah Karya

Runtut, keluhan tagihan tidak wajar sudah menjadi persoalan “klasik” mewarnai perjalanan Perumda Tirta Sinjai Bersatu,
sebelumnya pada hari Rabu, tanggal 29 September 2021, Nasrullah, SE Direktur Perumda Sinjai, yang dikonfirmasi maraknya keluhan pelanggan terkait tagihan pelanggan membenarkan hal itu. Menurutnya pihaknya sudah melakukan tindakan pemecatan terhadap oknum nakal yang tidak bekerja secara profesional.

“Betul, mereka tidak datang mencatat kilometer hanya memperkirakan saja, dan itu sudah kita pecat” Tegasnya.

Kendati pihak Perumda dalam hal ini Nasrullah, Direktur Prumda Sinjai, sudah melakukan pemecatan tapi kejadian tersebut tetap berlanjut. Dan menimpa Jusniati, dikhawatirkan Dirut Prumda salah pacat dan diharapkan bergerak cepat menyikapi hal ini agar hak konsumen sebagaimana diatur pada Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Agar hak konsumen dapat terpenuhi. Dimana Prumda Tirta Sinjai Bersatu sebagai perusahaan daerah diberi tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola sistem penyediaan air bersih serta melayani semua kelompok konsumen dengan harga yang terjangkau, Kuncinya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: