Percepat Penurunan Stunting, Dinkes Luwu Timur Gelar Workshop Analisis

Workshop Analisis Situasi Pergram Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Luwu Timur, di Aula Hotel I Lagaligo, Malili, Kamis (24/02/2022).

LUTIM, exposetimur.com | Dalam rangka mempercepat penurunan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Luwu Timur, maka Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Tim Percepatan Penurunan Stunting Lutim menggelar Workshop Analisis Situasi Pergram Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Luwu Timur, di Aula Hotel I Lagaligo, Malili, Kamis (24/02/2022).

Workshop dibuka Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan, dr. H. April dengan menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Lutim, dr. Rosmini Pandin dan Tim INEY Pendamping Stunting Regional V Sulawesi Selatan, Lukman Nurhakim, M.Si sebagai narasumber.

Tujuan kegiatan tersebut ialah untuk meningkatkan Pengetahuan Peserta dalam menganalisa data Program Penurunan Stunting, tersedianya data Analisis Situasi Program Penurunan Stunting dan Penentuan Lokus Stunting di Kabupaten Luwu Timur Tahun 2023.

Dalam sambutannya, dr. H. April menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyambut baik kegiatan workshop ini mengingat kegiatan pencegahan dan penanggulangan stunting merupakan langkah awal dalam menciptakan Generasi Emas tahun 2045.

 

Mantan Kadis Kesehatan Lutim ini mengungkapkan, perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks, dari berbagai sumber data, perkembangan masalah gizi di Indonesia dikelompokkan menjadi 3, yakni ; Pertama, masalah gizi yang secara public health terkendali, seperti kekurangan vitamin A dan gangguan kekurangan yodium. Kedua, masalah yang belum dapat diselesaikan (un-finished) yaitu masalah stunting, gizi kurang dan anemia pada ibu hamil.

“Terakhir, Ketiga, yaitu masalah baru yang mengancam kesehatan masyarakat (emerging) yakni masalah kelebihan gizi, masalah lain yang mulai teridentifikasi adalah defisiensi vitamin D,” jelas dr. April.

Untuk itu, kata April, upaya percepatan penurunan stunting merupakan salah satu proyek prioritas strategis pemerintah sebagaimana tertuang dalam lampiran II Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. Dimana target penurunan stunting di Indonesia tahun 2024 yaitu 14 persen, sedangkan untuk kondisi Kabupaten Luwu Timur persentasi balita stunting tahun 2020 yaitu 5,58 persen menurun menjadi 3,74 persen pada tahun 2021.

Baca Juga :   Kasus Covid di Kota Sorong Bertambah 192 Orang Positif Baru, Satu Pasien Meninggal

“Oleh karena itu, saya mengajak kepada semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung kegiatan percepatan penurunan dan penanggulangan stunting demi terwujudnya generasi berkualitas di masa yang akan datang. Kita akan mampu mencapai hasil yang lebih baik di masa depan asalkan kita sungguh-sungguh melakukannya,” tandas dr. H. April.

Peserta pada kegiatan workshop ini sebanyak 38 orang diantaranya Kepala Bidang dan Staf yang terkait langsung dengan program pencegahan dan penaaggulangan stunting dari masing-masing OPD, dari Kantor Kementerian Agama, serta Pengelola Gizi Puskesmas se Kabupaten Luwu Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *