Sejumlah Anak di Pa’jukukang Berisiko Stunting, Dandim 1410 Bersama Ketua Persit Berikan Bantuan Asupan Gizi

  • Bagikan

Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos sebagai duta bapak asuh stunting Kabupaten Bantaeng didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana cabang XXVII Kodim 1410 Bantaeng Ny. Novy Setiawaty Gatot Awan Febrianto sebagai duta bunda asuh stunting Kabupaten Bantaeng bersama rombongan kembali menyambangi anak yang beresiko stunting di wilayah Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng guna pemberian sembako dan asupan gizi (Jum’at, 23/09/22)

Turut hadir dalam pembagian bantuan sembako tersebut Kadis Kesehatan Kabupaten Bantaeng dr. Andi Ihsan M.Kes, Danramil 1410-03 Kapten Inf Andi Usman, Camat Pajukukang Drs. Abdul Haris, M.Si., Sekretaris Dinas kesehatan H. Iwan Setiawan, S.T, M.Kes., Kepala Puskesmas Baruga Hj. Nurwahidah, S.Km, M.Kes

Ditemukan ada 10 anak wilayah Pa’jukukang yang berisiko stunting dan mendapatkan bantuan sembako berupa satu telur ayam, empat kaleng susu, sepuluh liter beras, lima bungkus biskuit dan empat kaleng Ikan sardeng. Hal tersebut merupakan bentuk perhatian Kodim 1410 Bantaeng bekerjasama dengan pemerintah daerah dengan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Dandim menyampaikan bahwa TNI dalam hal ini Kodim 1410 siap membantu pemerintah dalam penanganan anak yang bergejala Stunting khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bantaeng sementara pemberian bantuan tersebut dilakukan secara bertahap dan untuk tahap kedua sebanyak 20 paket diberikan kepada 20 orang anak yang berpotensi stunting di wilayah Kecamatan Pajukukang dan Kecamatan Bissappu” ucapnya

Komandan Kodim asal Grobogan ini berharap Setiap bapak asuh yang sudah dikukuhkan beberapa waktu lalu di Makodim 1410 Bantaeng setiap saat mendata anak yang berisiko Stunting diwilayah masing-masing serta melaksanakan pendampingan disetiap ada pemberian bantuan berupa asupan gizi serta membantu pemerintah dalam hal pengawasan penggunaan anggaran yang sudah dialokasikan” ungkapnya

Baca Juga :   2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

Sekaligus menghimbau agar para bapak asuh yang sudah dikukuhkan untuk melakukan pendekatan dan sosialisasi tentunya dengan bekerjasama dengan seluruh pihak terkait, kepada tokoh-tokoh masyarakat yang ada diwilayah yang memiliki kelebihan harta dihimbau agar mau menyisihkan sedikit hartanya untuk anak yang terkena stunting diwilayah masing-masing” imbaunya

“Dengan adanya program dari Komando atas terkait dengan bapak asuh stunting yang telah dikukuhkan kita semua berharap bahwa kedepannya tidak ada lagi generasi penerus bangsa Indonesia terutama di wilayah Kabupaten Bantaeng yang mengalami kurang gizi dan kekurangan makanan, yang diakibatkan anak Stunting” sambungnya

“Karena bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif sehingga kualitas manusia Indonesia terancam kemampuan daya saing bangsa” tutupnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *