Berita  

Dandim 1410 Pantau Penyaluran Sembako Untuk Anak Berisiko Stunting di Wilayah Sinoa dan Uluere

Bantaeng, Exposetimur.com | Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos sebagai Duta Bapak Asuh Stunting Kabupaten Bantaeng melakukan pemantauan penyaluran bantuan sembako tahap keempat terhadap anak yang beresiko stunting di wilayah Kecamatan Sinoa dan Wilayah Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng. (Selasa, 27/09/22)

Turut hadir dalam penyaluran bantuan Danramil 1410-01 Bissappu Kapten Inf Sultan, Kepala BKKBN Drs. Abdi Sam, M.Si., Camat Sinoa H. Aryanto SE., Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng H. Iwan Setiawan, S.T, M.Kes., Kepala Puskesmas Sinoa Ummi Salmah SKM. M.M., Para Kepala, Para Babinsa Ramil 1410-01 Bissappu.

Sebanyak 20 paket bantuan tahap keempat untuk anak yang beresiko Stunting penerima bantuan tahap keempat di dua kecamatan yang disalurkan oleh Kodim 1410 Bantaeng kerjasama dengan Baznas, Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng dan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Bantaeng.

Program ini sebagai wujud kepedulian Kodim 1410 Bantaeng membantu pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan sembako yang diberikan kepada anak yang beresiko Stunting di wilayah Kabupaten Bantaeng berupa 1 rak telur, 4 kaleng susu, 10 liter beras, 5 bungkus Biskuit dan 4 kaleng ikan sarden.

Dandim 1410 Bantaeng berharap Setiap bapak asuh yang sudah dikukuhkan beberapa waktu lalu di Makodim 1410 Bantaeng setiap saat mendata anak yang berisiko Stunting diwilayah masing-masing serta melaksanakan pendampingan disetiap ada pemberian bantuan berupa asupan gizi serta membantu pemerintah dalam hal pengawasan penggunaan anggaran yang sudah dialokasikan” ungkapnya

Sekaligus menghimbau agar para Bapak Asuh yang sudah dikukuhkan agar melakukan pendekatan dan sosialisasi tentunya dengan bekerjasama dengan seluruh pihak terkait, dan mengajak mitra karib di wilayah yang bisa turut serta membantu memberikan tambahan asupan gizi terhadap anak yang beresiko Stunting diluar anggaran yang sudah dialokasikan pemerintah sebagai wujud empati sosial kemanusiaan masyarakat” imbaunya

Baca Juga :   Menag Kecam Penembakan di New Zealand: Tak Berperikemanusiaan!

Dengan adanya program dari Komando atas terkait dengan bapak Asuh Stunting yang telah dikukuhkan kita semua berharap bahwa kedepannya tidak ada lagi generasi penerus bangsa Indonesia terutama di wilayah Kabupaten Bantaeng yang mengalami kurang gizi dan kekurangan makanan, yang diakibatkan anak Stunting” sambungnya

Karena bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif sehingga kualitas manusia Indonesia terancam kemampuan daya saing bangsa” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *