Lutim – Penyusunan dokumen Master Plan Rumah Sakit Malili Tipe B kini memasuki tahap akhir melalui Seminar/Ekspose Akhir yang digelar di Ruang Rapat Bupati Luwu Timur, Minggu (28/09/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, antara lain Staf Ahli Hukum dan Pemerintahan Andi Juana Fachruddin, Asisten Pemerintahan dan Kesra Aini Endis Anrika, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masdin, sejumlah kepala OPD, para kabag, Plt. Direktur RSUD I Lagaligo, Camat Malili, serta Tim Ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam arahannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit baru ini merupakan prioritas strategis guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, khususnya di ibu kota kabupaten.
“Alhamdulillah, rancangan yang dipaparkan sudah semakin matang. Kami ingin agar desain RS Malili ini bukan hanya memenuhi standar kesehatan nasional, tetapi juga mengakomodasi kearifan lokal Luwu Timur,” ujarnya.
Tim Ahli UGM yang dipimpin Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch., IAI., AA, memaparkan rancangan detail RS Malili Tipe B. Rumah sakit direncanakan memiliki dua lantai dan berdiri di atas lahan seluas 15 hektare di Desa Puncak Indah, dengan desain modern dan fasilitas pelayanan yang komprehensif.
Bupati Irwan optimistis pembangunan RS Malili Tipe B dapat dimulai pada 2026 setelah seluruh proses perizinan dan desain rampung. “Target kita akhir 2027 sudah operasional. RS ini akan dilengkapi fasilitas modern, tenaga kesehatan profesional, serta peralatan medis berstandar nasional,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim perencana dari UGM yang telah mendampingi sejak awal. “Terima kasih atas dedikasi dan dukungan semua pihak. Semoga pembangunan RS ini berjalan lancar, tepat waktu, dan benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat Luwu Timur,” tutupnya (rils/kominfo-sp)












