Bulukumba — Tradisi gotong royong kembali menguat di Dusun Mallenreng, Desa Baruga Riattang, seiring persiapan pelaksanaan proyek peningkatan jalan ruas Kaseseng–Assipettungge. Warga secara mandiri melakukan pelebaran bahu jalan dan perbaikan saluran air untuk mendukung pengerjaan proyek tersebut, Sabtu 22 November 2025.
Giat kebersamaan ini berlangsung tak lama setelah Dinas Pekerjaan Umum Bulukumba melakukan pemantauan lapangan pada Kamis 20 November 2025. Pemantauan dipimpin Kabid Bina Marga, Muhadsd Zain, ST., MM, memastikan kesiapan teknis ruas sepanjang Kaseseng hingga Assipettungge sebelum pengerjaan dimulai.
Di Dusun Mallenreng, warga langsung menunjukkan kesadaran kolektif yang kuat. Mereka menambah bahu jalan pada beberapa titik sempit dan memperbaiki aliran air agar tidak menggerus badan jalan. Hal ini dilakukan karena sebagian ruas dinilai belum cukup lebar untuk mencapai standar yang direncanakan, yaitu 4 meter. Penambahan bahu jalan juga bertujuan membentuk bibir jalan agar kokoh ketika proses pengerjaan utama dimulai.

Kepala Dusun Mallenreng bersama warga mengumpulkan batu untuk disusun sebagai penahan tepi jalan. Bahkan beberapa warga menyumbangkan batu gunung milik mereka demi kelancaran proyek yang dinilai sangat penting bagi mobilitas dan aktivitas masyarakat setempat.
“Kalau kita menunggu semua dari pemerintah, tentu butuh waktu. Ini jalan kita bersama, jadi kita bantu sebisanya agar pekerjaannya lebih cepat dan hasilnya lebih kuat,” ungkap salah satu warga.
Keterlibatan warga melalui gotong royong ini menjadi bukti bahwa pembangunan hanya dapat maksimal bila didorong oleh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Sikap partisipatif ini juga menunjukkan tumbuhnya kesadaran publik dalam menjaga fasilitas umum di wilayahnya.
Diketahui, proyek peningkatan jalan yang dikerjakan pada ruas Kaseseng–Assipettungge ini menelan anggaran APBD Provinsi Sulawesi Selatan sebesar ±Rp6,5 miliar dengan spesifikasi lebar jalan 4 meter dan panjang sekitar 4,6 kilometer. Saat ini pengerjaan telah dimulai dengan proses perataan dan penimbunan dari titik nol Kaseseng. (Red)












