Lutim — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Luwu Timur tahun 2025 menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di daerah tersebut. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Pendidikan Malili, Kamis (27/11/2025), dan diikuti Forkopimda, jajaran ASN, kepala OPD, serta ribuan guru dari seluruh wilayah.
Pada pelaksanaan upacara tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melaksanakan pengangkatan 624 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Pengangkatan ini terdiri dari 78 formasi guru, 249 tenaga kesehatan, dan 297 tenaga teknis, yang masing–masing menerima SK sebagai tanda resmi mulai bertugas. Para PPPK Paruh Waktu yang baru diangkat akan menjalani kontrak selama satu tahun dan dievaluasi kembali sebelum ditetapkan sebagai PPPK Penuh Waktu.
Prosesi penyerahan SK berlangsung tertib dan menjadi momen haru bagi para tenaga PPPK yang telah menanti kepastian status kerja mereka. Para peserta upacara menyambut pengangkatan ini sebagai langkah positif untuk memperkuat pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
Masih dalam rangkaian kegiatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri di wilayah terpencil. Dua unit sepeda motor diserahkan kepada guru yang telah puluhan tahun bertugas di daerah dengan akses sulit, yakni Sahria dari SDN 261 Limbua dan Sulfaizah dari SDN 260 Pallauru, Kecamatan Wasuponda. Kedua guru tersebut telah menjalankan tugas lebih dari 20 tahun tanpa kendaraan yang memadai untuk menuju sekolah yang jaraknya jauh dan medan yang menantang.
Selain itu, delapan guru lainnya menerima bantuan tunai masing–masing Rp 2 juta sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sekolah yang mereka sampaikan sebelumnya, termasuk terkait kerusakan ruang kelas dan fasilitas mobiler. Bantuan kendaraan dan uang tunai tersebut disampaikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para guru.
Dalam upacara tersebut juga disampaikan berbagai program peningkatan kesejahteraan guru di tahun berikutnya, termasuk rencana peningkatan insentif dan penyediaan fasilitas kendaraan bagi guru di daerah terpencil, serta komitmen untuk memperbaiki fasilitas pendidikan pada tahun anggaran 2026.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan SK Pensiun kepada lima ASN sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian panjang mereka dalam dunia pelayanan dan pendidikan.
Peringatan HGN tahun ini tercatat sebagai salah satu momentum besar bagi sektor pendidikan di Luwu Timur, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan peningkatan mutu pendidikan, kesejahteraan tenaga pendidik, dan pelayanan publik yang lebih baik. (nh exp/tim)












