Joni Patabi: Distransnaker Lutim Fokus Cetak Operator Alat Berat Bersertifikat

Joni Patabi S.Sos (dok nh exp)

LUTIMPlt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Luwu Timur, Joni Patabi, S.Sos, menegaskan bahwa pihaknya tengah fokus mencetak sumber daya manusia (SDM) lokal yang siap kerja melalui program pelatihan dan sertifikasi Operator Alat Berat bersertifikat Kemnaker/SIO. Program ini diproyeksikan menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga terampil yang terus meningkat di sektor pertambangan, konstruksi, dan transportasi logistik di Luwu Timur.

Sebagai bentuk komitmen konkret, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Distransnaker bekerjasama dengan PT. Tri Nur Global menyelenggarakan Pelatihan dan Pembinaan Operator Alat Berat (Dump Truck dan Excavator) Sertifikasi Kemnaker/SIO Tahun Anggaran 2025. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas akses pelatihan yang terstandar dan berdaya saing nasional bagi pencari kerja lokal.

Menurut Joni Patabi, permintaan operator alat berat saat ini sangat tinggi, namun banyak tenaga kerja lokal yang belum memiliki sertifikat resmi sebagai syarat masuk dunia industri.

“Permintaan tenaga operator alat berat terus meningkat, tetapi banyak tenaga kerja kita yang belum memiliki sertifikat resmi. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan masyarakat Luwu Timur dapat bersaing dan diterima di perusahaan-perusahaan besar,” jelasnya, Senin (08/12/2025).

Program tersebut diikuti 200 peserta, terdiri dari 113 operator Dump Truck dan 87 operator Excavator, yang menjalani pelatihan intensif selama empat hari mencakup teori, praktik lapangan, dan evaluasi kinerja sebelum mengikuti uji sertifikasi resmi Kemnaker.

“Pelatihan ini bukan hanya mengajari cara mengoperasikan alat berat, tetapi juga keselamatan kerja, etika operasional, dan standardisasi kompetensi industri. Itu yang membuat sertifikat SIO penting,” lanjutnya.

Joni menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari prioritas visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur dalam meningkatkan kualitas SDM untuk menjawab kebutuhan pasar kerja dan memaksimalkan keterlibatan tenaga lokal.

“Industri yang masuk ke Luwu Timur harus berhadapan dengan SDM lokal yang siap bersaing. Kami tidak ingin masyarakat kita hanya jadi penonton,” tegasnya.

Ia menilai pelatihan ini menjadi solusi konkret untuk mengurangi angka pengangguran dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

“Banyak perusahaan berskala nasional dan internasional memerlukan operator bersertifikat. Kalau kita siapkan SDM dengan standar industri, maka kesempatan kerja terbuka lebar,” ujar Joni optimistis.

Ke depan, Distransnaker berencana memperluas jenis pelatihan sesuai kebutuhan industri dan memprioritaskan generasi muda sebagai tenaga kerja masa depan.

“Dalam beberapa tahun mendatang, kami akan membuka lebih banyak bidang pelatihan, termasuk welding, safety officer, mekanik, dan bidang lainnya. Kami ingin Luwu Timur menjadi pusat SDM unggul,” tutupnya.

Program ini mendapat apresiasi positif dari peserta dan pemerhati ketenagakerjaan, yang menilai langkah pemerintah sebagai bentuk keberpihakan nyata kepada masyarakat.

(nh/exp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *