Antisipasi Dampak Kelelahan Warga, Tim Puskesmas Malili Siaga di Lokasi Antrean BBM SPBU

Dok nh exp

LUWU TIMUR — Upaya penanganan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Malili terus dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Pasca kunjungan langsung Forkopimda Luwu Timur pada Rabu (28/01/2026), pengamanan dan pengawasan di lokasi SPBU masih berlanjut hingga Kamis (29/01/2026).

Terpantau, personel Polres Luwu Timur bersama jajaran Polsek Malili tetap bersiaga di sekitar SPBU untuk menjaga ketertiban antrean dan memastikan proses penyaluran BBM berlangsung aman dan terkendali.

Selain pengamanan, pemerintah daerah juga mengambil langkah antisipatif di bidang kesehatan. Mengingat antrean kendaraan yang telah berlangsung selama beberapa hari berpotensi menimbulkan kelelahan fisik bagi masyarakat, Pemkab Luwu Timur melakukan koordinasi lintas sektor dengan Dinas Kesehatan.

Hasilnya, Tim Medis Puskesmas Malili ditugaskan untuk siaga langsung di sekitar lokasi SPBU sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan gangguan kesehatan yang dialami warga selama menunggu antrean.

Salah seorang petugas Puskesmas Malili, Fitriani, saat ditemui di lokasi SPBU Malili, Kamis (29/01/2026), mengatakan bahwa kehadiran tim medis merupakan wujud perhatian dan langkah preventif pemerintah daerah terhadap keselamatan masyarakat.

“Kami dari Puskesmas Malili ditugaskan untuk standby di sekitar SPBU sebagai bentuk antisipasi apabila ada warga yang mengalami gangguan kesehatan, seperti kelelahan atau kondisi lain akibat antrean yang cukup panjang,” ujar Fitriani kepada Exposetimur.

Dok nh exp

Ia menjelaskan, penugasan tersebut merupakan tindak lanjut dari koordinasi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, melalui Bupati dan Wakil Bupati, dengan Dinas Kesehatan, yang kemudian menginstruksikan Puskesmas Malili sebagai penanggung jawab layanan kesehatan di lapangan.

Menurutnya, tim medis disiapkan untuk memberikan pertolongan pertama, pemeriksaan kesehatan ringan, hingga penanganan awal apabila ditemukan kondisi darurat di tengah antrean masyarakat.

Langkah ini melengkapi rangkaian kebijakan dan tindakan antisipatif yang telah dilakukan Pemkab Luwu Timur sebelumnya, mulai dari koordinasi dengan pihak Pertamina, pengamanan terpadu oleh aparat TNI–Polri, penertiban antrean, hingga pemantauan langsung Forkopimda di lapangan.

Pemerintah daerah berharap, dengan kolaborasi lintas sektor tersebut, penyaluran BBM di SPBU Malili dapat berjalan lebih tertib, aman, serta tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan masyarakat hingga situasi kembali normal. (nh exp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *