65 Tahun Pramuka, Sinjai Perkuat Gerakan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Dok hms Kmf

SINJAI — Lapangan Sepakbola Bikeru 1, Kelurahan Sangiasseri, Kecamatan Sinjai Selatan, dipenuhi ribuan anggota Gerakan Pramuka saat Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sinjai menggelar Apel Besar Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Sabtu (12/9/2026) sore.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi peringatan perjalanan enam dekade lebih Gerakan Pramuka, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan kembali peran organisasi kepanduan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, dan siap menghadapi perubahan zaman.

Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, yang bertindak sebagai pembina apel, menegaskan bahwa perjalanan Gerakan Pramuka selama 65 tahun telah melahirkan berbagai karya dan pengabdian yang turut memberi warna dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Menurutnya, Pramuka telah menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus tempat tumbuhnya generasi yang kemudian mengabdikan diri dalam berbagai bidang kehidupan.

“Gerakan Pramuka telah melahirkan pemimpin-pemimpin, pendidik, ilmuwan, aparatur negara, tokoh masyarakat, wirausahawan, relawan kemanusiaan hingga berbagai profesi lainnya yang telah mengabdikan kemampuan terbaiknya untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ratnawati dalam amanatnya.

Ia mengatakan, nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma tetap relevan di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Nilai tersebut, kata dia, menjadi bekal penting bagi anggota Pramuka agar tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga karakter yang kuat, rasa tanggung jawab, kedisiplinan, serta kemampuan beradaptasi dengan tantangan masa depan.

Karena itu, Ratnawati menilai peringatan Hari Pramuka tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata dalam membangun kualitas generasi muda.

“Peringatan Hari Pramuka bukan hanya sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi menuju Indonesia Emas yang semakin maju, berdaulat, bermartabat dan sejahtera,” katanya.

 

Pramuka dan Tantangan Masa Depan

Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun ini mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”

Tema tersebut sekaligus menempatkan generasi muda bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi sebagai bagian dari kekuatan yang dapat ikut menjawab berbagai tantangan bangsa, termasuk ketahanan dan kemandirian pangan.

Ratnawati berharap kolaborasi antara Gerakan Pramuka, pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta berbagai unsur masyarakat dapat terus diperkuat.

Ia mengajak seluruh anggota Pramuka di Sinjai menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk memperbarui semangat pengabdian, memperkuat persatuan, dan meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Gerakan Pramuka akan terus menjadi kawah candradimuka pembentukan karakter bangsa, melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki semangat pengabdian yang tidak pernah padam,” tuturnya.

Apel besar tersebut diikuti ribuan anggota Pramuka dari utusan Kwartir Ranting (Kwarran) dari sembilan kecamatan di Kabupaten Sinjai.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sinjai Achmad Fauzan Guntur yang juga Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua DPRD Sinjai Andi Jusman, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sinjai.

 

Penghargaan untuk Pengabdian

Rangkaian apel kemudian dilanjutkan dengan penyematan Satya Lencana kepada sejumlah insan Pramuka yang dinilai telah memberikan dedikasi terhadap perkembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Sinjai.

Kegiatan peringatan juga dirangkaikan dengan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) yang melibatkan anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi penanda bahwa setelah 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka, tantangan utamanya bukan hanya menjaga keberlangsungan organisasi, tetapi memastikan nilai-nilai kepanduan tetap hidup dan relevan dalam diri generasi muda.

Di tengah perubahan zaman, Pramuka diharapkan tetap menjadi ruang bagi anak-anak dan kaum muda untuk belajar memimpin, bekerja sama, berkarya, serta mengabdikan diri bagi masyarakat dan bangsa.

(Hms Kmf/AM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *