SINJAI, EXPOSETIMUR.com _ Rapat Pra Musyawarah Rembung Stuting Desa, dialaksanakan di Aula Kantor Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Rabu (30/10/2019).
Stunting merupakan gejala yang ditimbulkan atas reaksi tubuh akibat kekurangan gisi yang paling banyak terjadi pada usia anak anak bahkan pada proses masih dalam kandungan.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Camat Sinjai Selatan, Perwakilan Dinkes Sinjai, Ketua dan Anggota BPD Desa Talle, para Petugas Kesehatan, kader posyandu, para Kadus, tim ahli pendamping Desa.
Kepala Desa Talle dalam sambutannya sekaligus membuka rapat stunting tersebut, memaparkan, harapannya agar semua kader untuk memaksimalkan program stuting, karena program tersebut sangat penting dan menasional mengenai pertumbuhan anak anak dan ibu hamil. Selain itu Abdul Rajab menegaskan bahwa, Pemerintah Desa Talle sudah mengaggarakan sebagai apresiasi kegiatan stuting ini.
“Melalui program ini kita dapat lebih paham gejala stuting karena hal tersebut susah di ketahui, oelehnya itu kami siap mengawal program ini karena demi kesehatan masyarakat dimaan kewajiban Pemrintah desa untuk mengalokasikan 10% Anggaran Desa untuk masalah kesehatan secara umum, sehingga kami sudah mulai menganggarkan hal tersebut” Ujar Rajab.
Sementara Ketua BPD Desa Talle, dalam sambutannya mengharapkan kegiatan ini memberikan otput yang baik, sehingga melalui diskusi diskusi bersama Pemrintah Desa nantinya akan terus di lakukan demi program stunting dapat berjalan dengan baik, dia berharap agar semua masyarakat dapat memberikan dukungan pada Pemerintah Desa Talle, karena apa pun yang di programkan tanpa dukungan semua pihak, maka itu tidak akan berjalan dengan baik, selain itu tetap mengawal setiap program itu sendiri” kata Saeful.
Diketahui bahwa, stunting adalah kondisi gagal tumbuh karena pengaruh kekurangan gisi pada 100 hari pertama pertumbuhan
Selain itu, Tenaga ahli pendamping Desa, dalam paparannya mengharapkan agar semua Posyandu sudah harus mempunyai data pertumbuhan masyarakat diwilayah masing-masing, dan tidak hanya fokus hanya melayani ibu hamil dan bayi, tetapi semua usia bisa dilayani.
“Untuk di desa juga perlunya pemberdayaan masyarakat untuk memahami namanya kesehatan, penyediaan Sanitasi, pemberdayaan PAUD untuk menjadi tempat pelayanan dan Sosialisasi kesehatan dan lain sebagainya” Pungkasnya.
Program Stunting ini menjadi perhatian Pemkab Sinjai dengan Targer tahun 2020, Kabupaten Sinjai bisa terbebas dari stunting. (red)












