Pemuda, Jangan Merasa Aman di Zona Nyaman

  • Bagikan
Penulis : Musriani Basri ( Pemudi Desa Saohiring )

OPINI, EXPOSETIMUR.COM _ Pemuda, apa yang terlintas dibenak kalian saat mendengar kata itu? ia yang berusia 16 sampai 30 tahun? Pelajar/mahasiswa? Iyah sebagian besar berpendapat demikian.

Berbicara tentang pemuda
Pemuda merupakan sumber daya manusia pembangunan baik saat ini maupun nanti yang akan menggantikan generasi selanjutnya. Karena masa depan bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda bangsa ini. Pemuda adalah pengaruh besar untuk kemajuan bangsa ini.

Akan tetapi, dilihat dengan perkembangan zaman tidak semua pemuda peka, peduli terhadap masyarakat sekitar tentang kondisi teraktual. Sebagin dari mereka bersikap apatis terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi dilingkungan masyarakat. Mereka lebih suka dengan kesenangan, bermain (game), nongkrong di warkop dengan pembahasan seribu topik yang tidak jelas ujung pangkalnya ditambah gadget ditangannya masing-masing.

Itulah salah satu sebab kurangnya sosialisasi dilingkungan masyarakat padahal pemuda adalah sumber timbulnya semangat-semangat dalam perkembangan bangsa.

“Keluarlah dari zona nyaman jangan merasa aman di zona aman”

Keluar dari zona nyaman memang sangat susah, harus diiringi dengan kesabaran dan ketekunan dalam berproses. Tanamkan rasa keyakinan dalam diri karena dengan keyakinan orang akan optimis bahwa yang ia usahakan akan sampai (tercapai).

Jangan mau jadi tahanan di dalam zona nyaman, ia hanya membuat kita terlena dan tidak ada semangat untuk mencoba hal-hal yang baru. Beranjaklah, dengan begitu wawasan kita dapat bertambah.

Jadilah pemuda yang memiliki rasa kepedulian dan kepekaan terhadap masyarakat, lingkungan sekitar dan bangsa.

Masa depan bangsa sangatlah ditentukan oleh para generasi muda bangsa ini. Setiap pemuda baik yang berstatus pelajar, mahasiswa atau yang telah menyelesaikan pendidikannya berperan penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

Mahasiswa berperan sebagai Agen of change, agen perubahan artinya jika terjadi sesuatu yang salah mahasiswa dituntut untuk merubahnya sesuai dengan apa yang kemudian menjadi suatu kebenaran yang sesungguhnya.

Baca Juga :   Maaf Ibu, Anakmu Berbeda

Mahasiswa sebagai social control artinya mahasiswa diharapkan agar dapat mengendalikan keadaan dilingkungan sekitar, mahasiswa diupayakan agar mampu memberi kritikan, saran dan memberikan solusi sebagai sumbangsi pemikirannya jika keadaan tidak sesuai dengan harapan dan cita-cita bbersama.

Mahasiswa sebagai Gerakan Moral, mahasiswa diwajibkan untuk menjaga moral moral yang ada, jika terjadi hal hal yang menyimpang mahasiswa dituntut untuk meluruskan kembali sesuai dengan yang diharapkan. Dan mahasiswa itu sendiri harus mempunyai moral yang baik sebagai contoh dilingkungan masyarakat.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual yang dapat membagi ilmu kepada masyarakat, kritis dalam permasalahan masyarakat dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Masa depan suatu bangsa ada ditangan pemudanya” kalimat itu pasti sudah tidak asing lagi ditelinga teman-teman.

Maka apabila pemudanya hancur maka hancurlah negara ini.

Maka dari itu kita lihat diri kita pantaskah menjadi generasi muda penerus bangsa? Tanyakan pada diri kita siapkah kita generasi muda menjadi penerus bangsa?.

“Jangan berlama-lama di zona nyaman nanti gak berkembang” Tantangan itu lebih mengagungkan daripada Rebahan.

Pemuda harus lebih peduli terhadap masa depan dan masa kini mengenai bangsa ini bukan pemuda apatis yang hedonisme dan individualisme.

Dalam salah satu pidatonya Soekarno permah berkata “Beri 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”.

 

Penulis : Musriani Basri ( Pemudi Desa Saohiring )

*Tulisan tanggung jawab sepenuhnya penulis

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *