Tiap Tiap Yang Berjiwa Akan Merasakan Mati

  • Bagikan
Penulis :Zulfatul hijra (Owner Markaz Tahsin Dan Tahfidz Panrita Yasmin)

OPINI,EXPOSETIMUR.COM _ Hidup di dunia adalah satu fase dari sekian fase kehidupan manusia. Ia ada demi sebuah ujian dan cobaan bagi yang menjalaninya, dan kan berakhir dengan suatu kematian, hanya saja kematian ini bukanlah akhir dari segalanya. Marilah mencermati firman-Nya: “Dia (Allah) yang telah menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun“. (QS Al-Mulk: 2) .

Belia, muda, maupun tua tidak ada yang tahu, mereka pun bisa merasakan kematian. Setahun yang silam, kita barangkali melihat saudara kita dalam keadaan sehat bugar, ia pun masih muda dan kuat. Namun hari ini ternyata ia telah pergi meninggalkan kita. Kita pun tahu, kita tidak tahu kapan maut menjemput kita. Entah besok, entah lusa, entah kapan. Namun kematian sobat kita, itu sudah cukup sebagai pengingat, penyadar dari kelalaian kita.  Bahwa kita pun akan sama dengannya, akan kembali pada Allah. Dunia akan kita tinggalkan di belakang. Dunia hanya sebagai lahan mencari bekal. Alam akhiratlah tempat akhir kita.

_”Bagi dunia, mungkin kamu adalah miliarder, selebriti atau tokoh penting lainnya. Namun, bagi malaikat maut, kamu tidk lain hanyalah nama yang telah terdaftar”_

Ini adalah salah satu diantara sekian banyak kata-kata tentang kematian yang harus menjadi peringatan.

Seringkali seseorang yang terpapar hingar-bingar dunia akan beranggapan dirinya adalah sosok yang paling penting.

Padahal , jika kita menyakini kematian adalah hal yang pasti,
Seperti firman Allahu shubhana wata a’la yang artinya: *”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”* (QS. Al-Imran : 185).
Maka kita akan menyadari bahwa kita adalah nama yang menunggu untuk “dipanggil”

Islam adalah yang menetapkan akhirat sebagai tujuan utama dalam kehidupannya. Denga landasan tersebut, maka kematian merupakan hal yang terpenting dalam ajaran agama ini. Dalam satu ayat dalam Al-qur’an, yang artinya *”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”* (QS.Al-Imran: 185).

Baca Juga :   Nasib Rakyat Yang Diselingkuhi

Ayat yang tergolong singkat tersebut dapat menjadi sebuah lecutan. Dengan memahamj ayat tersebut, kita tentu bisa menyadari betapa kehidupan dunia ini akan berakhir

Selain itu ayat tersebut juga dapat menjadi pengingat untuk senantiasa berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Terakhir, marilah senantiasa mengingat kematian keluarga, sahabat, dan tetangga-tetangga kita yang terlebih dahulu mendahului kita, dimanakah tempat mereka sekarang ini berada ? Apakah kuburan mereka telah menjelma menjadi satu diantara taman-taman surga ? Ataukah berubah menjadi satu diantara lembah-lembah jahannam ? Lalu kemudian, marilah merenung bahwa cepat atau lambat kita pasti akan menyusul mereka, lalu bagaimana bila lembah nerakalah yang menanti kita dialam sana ?

“Sungguh ingatlah, kuburan itu kalau bukan salah satu taman diantara taman-taman surga, maka ia adalah lembah diantara lembah-lembah neraka” demikian nasehat Ali radhiyallahu’anhu dalam salah satu khutbahnya.

Sungguh wahai Rabb, tiada selain-Mu tempat kami berharap. Hanya pada-Mu lah kami menggantungkan asa. haturkan taubat yang mungkin t’lah sekian lama tertunda… Tiada yang kami harap selain ampunan-Mu, dan bila wafat kembali pada-Mu, awalilah perjumpaan kami dengan-Mu dalam indahnya husnul-khaatimah, dan jadikanlah alam pembaringan kami satu diantara taman-taman surga-Mu. Aamiin.

Penulis :Zulfatul hijra
(Owner Markaz Tahsin Dan Tahfidz Panrita Yasmin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: