Melirik Budidaya Porang Dan Bunga Janda Bolong di Desa Balangpesoang

  • Bagikan
Muhammad Ansar, S Sos diantara Pohon Porang dan Janda Bolong
Muhammad Ansar, S Sos diantara Pohon Porang dan Janda Bolong

BULUKUMBA, exposetimur.com _ Budidaya Porang dan bunga janda bolong di Desa Balangpesoang Kec,Bulukumpa Kab,Bulukumba, Sulawesi Selatan menjadi lahan ekonomi baru yang sangat menjanjikan di masa pandemi Covid-19.  Selain itu porang juga menjadi makanan kesehatan sarat gizi tinggi.

Kedua tanaman ini mulai viral sekitar dua tahun terahir, khususnya di Sulawesi Selatan yang memiliki harga pasar yang cukup menjanjikan. Hal itu kemudian di manfaatkan salah satu warga Desa Balangpesoang dengan melakukan budidaya, bahkan berkat giat yang dilakukan dua tahun terahir tersebut, memicu terbentuknya komunitas penggiat porang di beberapa kabupaten di sulsel.

Selain budidaya untuk lahan sendiri, Muhammad Ansar, S.sos juga menyediakan bibit bagi masyarakat yang ingin budidaya dengan harga terjangkau

Menurut Ansar, Harga umbi pada tahun 2021 memang sedikit turun dibandingkan di tahun sebelumnya

” Memang harga sekarang turun sampai 30 persen. Sekarang umbinya RP 7000/Kilogram, dimana tahun sebelumnya nembus diangka Rp 10,00. Sementara janda bolong berada di angka Rp 150,000 sampai Rp 500,000/ pohon, namun tetap menjadi primadona ekonomi saat ini ” Ujarnya kepada exposetimur, Ahad (28/11/2021).

Ansar juga menjelaskan bahwa beberapa komunitas yang dimaksud telah terbentuk sebagai komunitas pecinta budidaya porang ini adalah Komunitas Sibukpi Porang (Sinjai ,Bone Bulukumba Pinrang) dan PPPN (pegiat petani Porang Nusantara)

Sementara untuk penjualan bibit di sudah menembus beberapa kabupaten yang ada Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan dan NTB,

” Saat ini untuk penjualan bibit, kami sudah menembus pasar lintas provinsi, dan mengenai budidaya porang ini saya mulai tahun 2009 lalu,. Waktu itu panen awal 2011 dimana harga masih RP 1.500/kilo, Sebelum saya budidaya, membolan menjual harga Rp 500 di tahun 2008, namun saya tetap optimis harga akan semakin baik, sehingga sampai saat ini Alhamdulillah hasilnya bisa saya rasakan” Jelas Ansar

Terkait pasar umbi, kata Ansar, ia menjual ke pengepul di Desa Balangpesoang lalu pengepul tersebut menjual kembali ke perusahaan di Kabupaten Takalar dan di Kabupaten Pinrang( pabrik red). Namun saat ini menurutnya, petani Porang Bulukumba sudah bisa menjual hasil panen mereka dalam wilayah Bulukumba sendiri karena sudah ada juga pabrik di Bulukumba milik salah seorang pengusaha hasil bumi Desa Polewali Kec Gantarang.

Baca Juga :   Kunker Ke Bulukumba Mentan SYL Punya Harapan Besar Pada Utta-Edy Manaf

Berikut anyaman dan manfaat yang bisa di hasilkan dari umbi porang:

1. Tepung Porang

Mempunyai kandungan Konjac glukomannan yag tinggi, tanaman porang ini cocok dibuat tepung.

Cara pembuatannya pun terbilang mudah sama seperti membuat tepung-tepung lain dari umbi-umbian seperti tepung tapioka.

Bisa dilakukan dengan metode tradisional namun harus tetap memperhatikan pengolahannya agar kandungan oksalat sebagai pemicu gatal bisa hilang.

2. Mie Shirataki

Olahan selanjutnya adalah mie shirataki yang kini sedang populer di Jepang karena efektif sebagai pengganti nasi.

Sehingga cocok untuk menurunkan berat badan, dimana dari segi tekstur dan kekenyalannya bisa bersaing dengan mie yang terbuat dari tepung gandum.

Mie shirataki ini juga rendah kolesterol dan tinggi seratnya.

3. Agar-agar

Porang juga bisa dijadikan makanan seperti agar-agar karena memiliki serat yang tinggi dan tidak mudah larut air.

Selain itu porang juga mempunyai konsistensi yang mirip agar-agar.

Jika diolah secara tepat makan olahan agar-agar atau jelly dari porang bisa dijadikan alternatif makan sehat yang alami.

4. Beras Shiratak

Hampir sama dengan mie shirataki, beras shirataki ini adalah hasil olahan dari tanaman porang.

Bahkan beberapa waktu lalu, Presiden Jokowi sempat berujar bahwa Indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan beras porang sebagai komoditas ekspor.

Dengan kandungan gluten yang rendah, beras porang sangat cocok bagi penderita diabetes.

5. Bakso Porang

Dengan hadirnya tepung porang tentu saja membuatnya bisa dijadikan olahan apa saja.

Bahkan bisa diolah menjadi bakso dengan cara mencampurnya dengan daging seperti mengolah bakso pada umumnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: