Bagi Elar, Pernyataan Kontoversional DPRD MATIM Minim Solusi

  • Bagikan
Theo Jeramat
Theo Jeramat

OPINIhttp://exposetimur.com Dari berbagai sumber pemberitaan yang ahkir-ahkir ini hangat di media sosial, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur menjadi produk jualan paling laku dan mahal keberpihakannya untuk masyarakat di jagat maya Manggarai Timur, khususnya Elar dan Elar Selatan. Sebagai publik figur sekelas ketua DPRD, nama Pak Mias memang mesti terkenal. Apalagi Pak Mias juga tersandra bagian darinya partai penguasa di Manggarai Timur saat ini; Partai Amanat Nasional, lembaga politik yang juga menaungi Bupati Agas Andreas.

Namun dari isi pemberitaan ahkir-ahkir ini Heremias Dupa disimpulkan sangat kontroversif karena pernyataannya yang tak selalu diawali dengan pertimbangan rasional. Salah satu pernyataan yang paling bernada diskriminatif adalah hal alasan rencana pengadaan tiga unit mobil baru pimpinan DPRD. Bagaimana bisa dalam pernyataan persnya kemarin, Pak Mias menyebut alasan rencana pengadaan tiga unit mobil plat merah DPRD dilatar belakangi oleh kondisi infrastruktur yang tidak memadai di Elar dan Elar Selatan.

Masyarakat Elar dan Elar selatan tentu saja sangat terluka dengan pernyataan Pak Mias yang notabene adalah ketua para wakil rakyat, ketua orang-orang yang dipilih oleh masyarakat Elar dan Elar selatan untuk mewakili suara mereka di kabupaten. Di tengah kenyataan infrastruktur yang memprihatinkan, alih-alih berupaya memperbaikinya, wakil rakyat justru mengeluarkan pernyataan yang sangat di luar nalar.

Tentu ini akan menjadi acuan yang serius bagi masyarakat Manggarai Timur, khususnya masyarakat Elar dan Elar Selatan untuk mulai meraba dan menelanjangi pikiran ketua DPRD Manggarai Timur yang miskin keberpihakan terkait tuntutan kebutuhan proritas masyarakat Elar dan Elar Selatan saat ini.

Kendati terluka, masyarakat Elar dan Elar selatan akhirnya mendapat angin segar setelah tahu bahwa rupanya rencana tersebut sebelumnya akhirnya dibatalkan. Harapan mulai tumbuh. Setidaknya dana yang sebelumnya direncanakan untuk pengadaan tiga unit mobil dinas akan dialokasikan ke pembangunan infrastruktur di Elar dan Elar Selatan, sesuai alasan pengadaan tersebut seperti dalam pernyataan Pak Mias.

Namun ternyata tidak. Alokasi dana 1,5 miliar itu tidak mengalir ke Elar dan Elar Selatan. Malah Rana Mese, kecamatan yang dalam rencana pengadaan mobil ini tidak disebut sebagai alasan, justru kemudian mendapat dana yang mental dari sini.

Kenyataan ini jelas kembali menyayat luka yang mulai sembuh di hati orang-orang Elar dan Elar Selatan. Dengan dialihkannya anggaran tersebut ke Kecamatan Rana Mese karena alasan yang sama yakni soal infrastruktur maka agaknya tidak salah jika masyarakat Elar dan Elar Selatan kecewa terhadap 4 orang DPRD dari dapil Kecamatan Elar dan Elar Selatan yang terkesan pendiam dan kalah pamor dari Pak Mias yang adalah perwakilan dapil Rana Mese.

Baca Juga :   Menakar Peran Pemerintah Atas Jatuhnya Harga Cengkeh

Secara sengaja atau tidak, Pak Mias yang merupakan dewan perwakilan Rana Mese terkesan telah dua kali mempecundangi Elar dan Elar Selatan tanpa ada keberpihakan berupa perlawanan yang nyata dari para dewan asal Elar dan Elar Selatan.

Tidak salah jika muncul pertanyaan kenapa tidak bisa alihkan saja anggaran itu kepada kedua kecamatan yang sejak awal dijadikan alasan masuk bengkelnya mobil dinas Pimpinan DPRD karena parahnya infrastruktur? Dan kenapa DPRD dari dua kecamatan ini tidak tertarik bicara soal kebutuhan proritas masyarakatnya yang sebelumnya sudah diungkit Pak Mias.

Jika kemudian alokasinya bukan untuk Elar dan Elar Selatan, terang sekali bahwa dua kecamatan ini adalah anak tiri Kabupaten Manggarai Timur. Para dewan dari kecamatan ini juga seolah mengamini itu. Tak nampak usaha dari mereka untuk memenangi alokasi dana yang sebelumnya sudah jelas menampar pipi mereka dan semua masyarakat Elar dan Elar Selatan.

Sebagai pemuda yang mewakili masyarakat Elar dan Elar Selatan kami sangat menyesali sikap dari Pak Mias, juga para anggota DPRD dari dapil IV yang lebih getol berbicara tentang pertimbangan untuk pembelian mobil baru pimpinan DPRD daripada berbicara agar pengalokasian anggaran itu diprioritaskan pembangunan infrastruktur khususnya jalan di Kecamatan Elar dan Elar Selatan.

Pola pikir itu mestinya dibenah, diperbaiki. Agar atas alasan alokasi anggaran yang sebelumnya mengoyak hati masyarakat Elar dan Elar Selatan, pada akhirnya bisa menebus dan melahirkan solusi yang baik sebagai penawar.

 

Penulis : Theo Jeramat

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: