The power of Tecnologi dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mata

  • Bagikan
Helidorus Erfan Gantur

 

OPINIhttp://exposetimur.com Di zaman sekarang, dalam kehidupan sehari-hari tidak ada hal apapun yang tak menggunakan teknologi terutama handphone. Apa pun itu, baik itu dalam hal pekerjaan, belajar, berjualan, berbelanja, bermain game bahkan berdoapun menggunakan handphone. Banyaknya penggunaan tersebut yang menyebabkan banyak orang selalu berhadapan dengan layar handphone sehingga dapat berdampak pada kesehatan mata.

Padahal banyak orang tahu bahwa memandang layar handphone dalam waktu Lama dapat menyebabkan kerusakan pada mata. Tetapi karena ada banyak kebutuhan yang bisa diselesaikan melalui handphone sehingga tetap selalu digunakan meski beresiko untuk kesehatan terutama pada kesehatan mata.

Menjaga kesehatan mata sangatlah penting. Sebab, aktivitas kita bisa terganggu bila mata bermasalah. Salah satu kebiasaan yang kerap menjadi penyebab kerusakan mata adalah memandang layar handphone dalam waktu lama. Sinar biru yang terpancar dari perangkat tersebut bisa berbahaya bagi mata.

Sinar biru memiliki panjang gelombang 380-500 nm. Energinya lebih besar, meski panjang gelombangnya pendek. Sepertiga cahaya yang tampak dikategorikan berenergi tinggi (high-energy visible) biasa disebut juga dengan sinar biru. Sumber utama dari sinar biru adalah cahaya matahari. Namun, banyak juga sumber sinar biru buatan manusia, misalnya dari lampu LED dan layar handphone atau laptop.

Sinar biru dari sumber buatan ini jumlahnya memang jauh lebih sedikit dari sinar matahari. Namun, kebiasaan memandang layar handphone dalam waktu lama dan jarak yang lebih dekat bisa berbahaya.

Ada beberapa dampak dari memandang layar handphone diantaranya:

1 .Kita menjadi susah tidur

Sinar biru dari handphone yang digunakan sebelum tidur dapat membuat kita tetap terjaga. Mata tidak dapat menghentikan sinar biru masuk ke mata. Akibatnya, sinar biru akan masuk ke retina dan diterjemahkan oleh otak menjadi gambar. Hal ini akan memengaruhi irama sirkadian.

Selain itu, sinar biru juga menghambat hormon melatonin yang seharusnya membuat kita mengantuk. Jauhkan handphone dari mata tiga jam sebelum tidur agar terhindar dari bahaya sinar biru

2.Dapat Merusak Retina

Terdapat banyak bukti medis yang menyatakan, paparan sinar biru dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata. Sinar biru dapat merusak sel retina dan dapat menyebabkan degenerasi makula.

Tubuh kita memiliki melanin sebagai pelindung alami dari sinar matahari. Melanin terdapat di kulit, rambut, dan mata.

Seiring bertambahnya usia (yaitu 65 tahun ke atas), produksi melanin akan menurun. Akibatnya, mata dapat lebih mudah terkena degenerasi makula. Retina yang sangat tipis akan dirusak oleh paparan sinar biru yang berenergi tinggi dan menembus pigmen makula. Sebuah makalah yang diterbitkan oleh American Macular Degeneration Foundation (AMDF) melaporkan, sinar biru dapat mempercepat proses degenerasi makula dan menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan permanen.

Baca Juga :   Peningkatan Kapasitas Petugas Tracer Covid-19, Bhabinkamtibmas dan Babinsa Jadi Peserta

Lalu, sebuah studi di Harvard menyatakan, sinar biru telah diidentifikasi selama bertahun-tahun sebagai cahaya yang paling berbahaya bagi retina.

3.Dapat menyebabkan kelelahan pada mata.

Sinar biru memiliki gelombang yang lebih pendek. Gelombang tersebut lebih mudah menyebar dan memiliki kontras yang rendah. Hal ini akan menyebabkan otot mata akan bekerja lebih keras untuk memproses gambar.

Oleh karena itu, mungkin kita akan merasa lebih nyaman membaca di buku dibanding di layar handphone. Paparan sinar dari handphone yang terlalu lama akan membuat mata terasa lelah, sakit kepala, dan penglihatan kabur.

Selain itu, ketika menggunakan handphone, kita akan jarang berkedip. Rata-rata orang akan berkedip 3-8 kali per menit saat akan bekerja di depan komputer dan aktivitas lain yang membutuhkan fokus.

Padahal, berkedip penting untuk membantu melumasi mata supaya tidak kering. Kurang berkedip dapat meningkatkan ketegangan pada mata dan mengakibatkan kelelahan.

  1. Risiko kanker lebih tinggi

Selain membantu kita tidur, melatonin juga berfungsi sebagai antioksidan. Sementara penelitian lebih lanjut masih diperlukan, para peneliti menemukan dampak buruk lainnya dari sinar biru.

Orang yang produksi melatonin alaminya ditekan, misalnya karena paparan sinar biru, berisiko lebih tinggi untuk mengidap berbagai kanker, terutama kanker payudara dan prostat, meskipun hubungan sebab-akibat secara langsung belum ditemukan.

Dari dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan layar handphone diatas dapat disimpulkan bahwa memandang layar handphone dangan waktu yang relatif lama dapat merugikan diri kita sendiri. Misalnya tadi yaitu kota menjadi susah tidur, dapat Merusak retina, menyebabkan kelelahan pada mata, dan menyebabkan resiko kanker hang lebih tinggi.

 

Penulis : Helidorus Erfan Gantur

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: