Lutim, – Upaya memberantas penyakit Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Luwu Timur kini semakin digencarkan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Kesehatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor sebagai langkah percepatan menuju eliminasi TBC tahun 2030.
Rakor yang dipusatkan di Aula Wisma Trans Puncak Indah, Kamis (16/10/2025), dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Aini Endis Anrika. Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, dr. Adnan, para kepala OPD, camat, kepala puskesmas, serta perwakilan TP PKK Lutim. Hadir pula narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Muhammad Yusri Yunus, yang menjabat sebagai Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.
Dalam kesempatan itu, Aini Endis menekankan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan besar di bidang kesehatan masyarakat, termasuk di Luwu Timur.
“TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gejalanya seperti batuk berkepanjangan, demam, penurunan berat badan, dan keringat malam hari. Kasusnya di Luwu Timur masih cukup tinggi, dan ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan TBC tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari semua unsur, baik pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta.
“Keberhasilan eliminasi TBC tidak akan tercapai kalau hanya tenaga kesehatan yang bekerja. Kita butuh sinergi lintas sektor agar target 2030 bisa terwujud,” tegasnya.
Dalam arahannya, Aini juga menyinggung pentingnya perilaku hidup bersih sebagai bagian dari upaya pencegahan.
“Beberapa kebiasaan sederhana bisa membantu mencegah TBC, salah satunya cuci tangan. Baru-baru ini kita juga memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia. Itu langkah kecil, tapi punya dampak besar terhadap kesehatan,” terangnya.
Ia juga meminta peran aktif para camat dan kepala desa untuk mendukung tenaga kesehatan di lapangan.
“Kami harap para camat bisa meneruskan informasi ini ke kepala desa agar ikut membantu petugas kesehatan, bukan sekadar mencari-cari kasus, tapi bagaimana kita bersama-sama mencegah penyebaran penyakit ini,” pungkasnya.
Rakor ini menjadi wadah penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk menyusun langkah konkret dalam menemukan kasus TBC lebih awal, memperkuat sistem pelaporan, serta memastikan setiap pasien mendapatkan pengobatan yang tuntas.
Dengan sinergi lintas sektor, Luwu Timur menargetkan tidak hanya menurunkan angka kasus TBC, tetapi benar-benar menghapusnya dari wilayah ini sebelum tahun 2030. (Rils/kominfo-sp)












