SINJAI, EXPOSETIMUR.com — Berdasarkan pengakuan remaja yang diperiksa saat melintas di posko siaga Perbatasan Sinjai – Bulukumba, atas dibukanya Taman Hutan Abdul Latif (Tajura) oleh kepala Desa Kassibuleng, melalui video, Rabu (15/04), ditanggapi Kepala Seksi Perlindungan Tahura.
Menurut Syamsul Qamar Ahmad, S. Hut, MM menuturkan, “berdasarkan surat edaran Bupati Sinjai tentang pencegahan dan antisipasi Covid-19 yang salah satu poin dalam surat edaran tersebut untuk menutup seluruh obyek wisata, maka kami Bidang Pengelolaan Tahura, Dinas lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Koordinasai dengan Dinas Pariwisata dan kebudayan untuk menindaklanjuti Surat Edaran tersebut dengan menutup kawasan Tahura Abdul Latief dengan memasang spanduk d pintu gerbang kawasan Tahura Abdul Latief Kab. Sinjai” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa, terkait adanya pengunjung yang berkunjung ke Tahura Abdul latief pada hari rabu 15 April 2020, Oleh pengelola Tahura yang melakukan penjagaan/ piket pada saat itu, melarang masuk pengunjung tersebut.
“Jadi jika ada bahasa di video tersebut mengatakan bahwa ada yang masuk, itu tidak benar, pasalnya kita telah menutup dengan jadwal sejak tgl 17 – 31 maret 2020 dan dilanjutkan 1 -17 April 2020 (ditutup sementara). Kami telah pasang spanduk di pintu masuk lokasi” Jelas Ancu sapaan akrabnya Kasi Perlindungan Tahura ini.
“Apa yang dikatakan kanda Bahar dalam komentar di media exposetimur ini itu tidak salah karena sesuai pengakuan remaja yang beliau dengar dari remaja tersebut, dan kami hanya menjelaskan bahwa keterangan yang diberikan anak anak itu tidaklah benar,” kuncinya.
(Red)












