KENDARI, EXPOSETIMUR.com — Laznas Baitul Maal Hidayatullah perwakilan Sulawesi Tenggara melaksanakan pengerjaan pembangunan jembatan untuk Pesantren Darul Hijrah yang berada di Kelurahan Nanga-Nanga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
“Kondisinya pesantren dibatasi oleh sungai, mau tidak mau jembatan harus dibangun. Kalau tidak maka akses akan sangat sulit dan mengandalkan jembatan darurat jelas sangat beresiko,” kata Kepala BMH Sulawesi Tenggara, Fatahillah, Jumat (4/10/2019).
Lanjut Ia, “Alhamdulillah berkat kepercayaan masyarakat kepada BMH dan Kitabisa, pembangunan jembatan pesantren tahfidz terus berlanjut. Insya Allah dengan adanya jembatan ini warga dan santri dapat melangkah dengan aman dan nyaman,” lanjutnya.
Jembatan yang sedang dibangun dirancang berbentuk box culvert atau persegi empat, langkah ini didasarkan pada kondisi sungai yang berarus deras jika musim hujan serta kontur tanah yang berpasir dan rawan erosi.
“Kini pembangunan telah berjalan 45 % sejak dimulai pertama pada pekan akhir September. Saat ini progres pembangunan jembatan masuk tahap perakitan besi tiang jembatan. Setelah sebelumnya pondasi batu gunung yang berada disisi utara dan selatan jembatan dan juga pondasi bagian bawah jembatan rampung dilakukan,” kata Fatahillah.
Fatahillah berharap, pembangunan jembatan ini dapat segera usai, setidaknya sebelum musim hujan tiba.
“Semoga pembangunan jembatan bisa selesai sebelum memasuki musim hujan, walaupun kami kadang khawatir karena kadang sudah turun hujan rintik-rintik di lokasi pembangunan jembatan,” kata dia.
“Kami masih membuka kesempatan luas kepada donatur yang ingin berpartisipasi dalam program jembatan ini, karena setelah jembatan ini kami juga akan membuat beronjong sepanjang 50 meter sebagai pengaman tanah di pesantren agar tidak erosi dan juga pengaman jembatan agar tetap kokoh,” tutup Fatah. [*/ET07]












