Hampir 7 Bulan Gaji Belum Dibayarkan, Guru TK Al-Munawwarah Desa Lanipa-nipa Meradang

  • Bagikan
Fhoto : Ilustrasi

KOLUT, EXPOSETIMUR.COM _ Demi meningkatkan nilai-nilai etika, tentu harus dimulai sejak dini. Sekolah Taman Kanak Kanak (TK/TPA) kemudian menjadi lembaga pendidikan paling terdepan dalam membina generasi bangsa di usia dini tersebut.

Patut diapresiasi, karena Pemerintah terus melakukan penyediaan lembaga pendidikan TK/TPA, dalam mewujudkan generasi terdidik sejak dini, tak terkecuali di Desa Lanipa-nipa Kecamatan Latoi, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggar.  Namun sangat disayangkan, lembaga pendidikan usia dini ini kemudian tidak ditujang dengan perhatian terhadap tenaga pendidiknya, sementara sangat dipahami bahwa, Guru TK/TPA memiliki tugas dan peran yang jauh lebih berat dari tingkatan pendidikan lainnya.

Dari Informasi yang dihimpun exposetimur bahwa, untuk kesejahteraan tenaga pendidik di TK Al-Munawwarah Desa Lanipa-nipa ini, dialokasikan dari Dana Desa yang sebelumnya berjalan lancar, namun sejak kurang dari 6 bulan terahir (masuk bulan ke 7 red) yakni, sejak bulan Mei tahun 2019 sampai saat ini, para guru disekolah tersebut belum mendapatkan pembayaran gaji, hal tersebut di utarakan salah satu Guru yang enggan disebutkan namanya, Selasa (19/11/2019)

“Sudah 6 bulan kak kami tidak digaji, bulan depan pi kak na 7 bulan. Termasuk gajinya Imam Desa” Bebernya.

Ditambahkan Guru tersebut bahwa, gaji bersumber dari ADD tahun 2019 yang saat itu masih dijabat Arimin selaku Kepala Desa Lanipa-nipa, namun karena harus mengikuti Pilkades lagi, Ia kemudian diganti oleh Camat Katoi selaku Pelaksana Tugas, dan belum ada penyelesaian gaji para Guru sampai saat ini.

“ADD tahun ini kak (2019 Red) yang Kepla Desanya atas nama pak Arimin, cuma masuk dulu calon juga jadi diganti sama pak camat sebagai pelaksana tugas. Jadi kalau ditanyakan itu gaji, baku tunjuk tunjukmi” Pungkasnya.

Baca Juga :   Pilkades Lanipa-nipa, Pangeran Haeruddin Dapat Urut 1

Sekedar diketahui bahwa, TK/TPA Al-Munawarah tersebut, memiliki 5 orang tenaga pendidik, dan untuk kegiatan proses belajar, selama ini masih menumpang di gedung kantor Desa Lanipa-nipa, pasalnya baru sementara perampungan pembangunan gedung baru yang juga di alokasikan dari Dana Desa.

Sampai berita ini di rilis, pihak Kepala Desa sebelumnya yang juga terpilih kembali pada Pilkades beberapa hari lalu belum berhasil dikonfirmsi, begitu pula dengan pihak pelaksana tugas.

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *