Siswa SMAN 9 Sinjai Aksi, Mantan Ketua Osis 2013/2014 Bangga dan Serukan Perlawanan

  • Bagikan
Kasrum, mantan Ketua Osis periode SMAN 9 Sinjai Periode 2013/2014

MAKASSAR, EXPOSETIMUR.COM _ Aksi yang dilakukan siswa SMAN 9 Sinjai menyikapi anggaran porseni pada 10 Desember 2019 di lapangan Sekolah SMAN 9 Sinjai yang melibatkan puluhan siswa,  mendapat tanggapan dari Kasrum selaku mantan Ketua OSIS periode 2013/2014 di sekolah tersebut.

Kasrum mengungkapkan bangga pada reaksi yang dilakukan juniornya, Ia juga menyampaikan dukungan ini tidak mengurangi rasa hormatnya pada para guru yang telah medidiknya, namun hal tersebut sebagai bentuk kebebasan hak asasi bagi warga negara Indonesia dalam menyampaikan pendapat, termasuk melalui aksi menutut transparansi.

“Tanpa menguragi rasa hormat pada Guru yang telah mengajarkan kebaikan dan kebenaran pada kami,  tentang keadilan mesti direbut sekalipun itu harus melalui reaksi terhadap Guru, sebab perlawanan sebagai pelajaran bagi mereka yang kadang merasa benar sehingga pantas mereka suarakan” Pungkasnya.

Kasrum yang saat ini merupakan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara
di Kampus UIN Alauddin Makassar yang juga Wasekum PPPA HMI Kom.Syariah dan Hukum Cabang Gowa Raya ini,  kemudian menitip pesan kepada para juniornya, ” Kepada adik-adikku jangan pernah takut, kalian adalah Insan pendobrak, jangan ada dusta sebagai pelajar, sebab pelajar harus adil dalam pikiran apalagi dalam tindakan. Mengingat tuntutan adik-adik tentang dana oprasional adalah hak milik yang harus di ketahui publik. termasuk kalian yang bernaung di atas bumi Republik ini” tutur Kasrum kepada exposetimur, Senin (10/12/2019).

Untuk diketahui bahwa, aksi unjuk rasa Siswa SMAN 9 Sinjai, Selasa (10/12/2019) pagi tadi, merupakan buntut dari pertanyaan para siswa terkait dana porseni yang dinilai tidak pernah diketahui jumalahnya, yang kemudian baru diketahui saat di jelaskan Kepala Sekolah saat mereka orasi, dimana kepala sekolah menjelaskan bahwa, dana tersebut sebesar Rp. 5.500.000, namun baru diserahkan RP. 500 ribu ke panitia lantaran baru dilakukan pencairan yang rencananya diserahkan hari ini juga, tetapi terlajur ada aksi sebelum dana tersebut diserahkan.

Baca Juga :   Manusia, Kota dan Desa

(Lap: Pardi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *