Para Sopir Naikan Tarif Usai Perbaiki Jalan Gunakan Dana Pribadi, Ini Kata Anggota DPRD Manggarai Timur

Gotong royong untuk mengerjakan semua jalan  yang rusak parah yang dilakukan semua sopir pemilik kendaraan dari lawir rengkam

Manggarai, Exposetimur.com _ Gotong royong untuk mengerjakan semua jalan  yang rusak parah yang dilakukan semua sopir pemilik kendaraan dari lawir rengkam adalah patut diapresiasi karena merupakan tujuan baik , akan tapi muncul persoalan karena yang jadi sasaran utama adalah rakyat kecil dengan naiknya tarif yang begitu besar yang menjadi beban yaitu masyarakat kecil tersebut.

Bisa saja tarif rengkam ruteng Rp50.000 tapi dengan catatan diberikan waktu satu atau dua hari saja untuk menutupi harian kerjanya mereka (sopir red)” ungkap E.S selaku pemuda dari Desa Rengkam, Ahad (18/04/2021).

Lanjut E.S, “Selamanya ini tarif rengkam- ruteng Rp 50.000 PP, namun sopir menaikakan Rp.100.000 tarif angkutan umum, Itu sangat merugikan para penumpang pengguna jasa angkutan .
Kalau kelak jalan itu kembali rusak dan lagi-lagi mereka yang perbaiki, otomatis tarifnya juga akan mereka naikkan lagi. Semoga saja pihak pemerintah jeli melihat dampak kenaikan yang terjadi, dan segera memperbaiki jalan ini” harapnya.

Semetara itu para sopir yang tergabung dalam mengerjakan jalan tersebut menjelaskan bahwa, langkah untuk menaikkan tarif angkot itu karrna jalan tersebut menurut mereka dikerjakan sendiri bersama teman-teman sopirnya.

“kami sengaja naikan tarif angkutan umum alasannya, kami sendiri yang perbaiki jalan dan biaya juga kami sendiri yang tanggung, sementara dari pihak pemerintah tidak ada tanda -tanda jalan ini akan di perbaiki.” Kesalnya.

“Total pembelanjaan alat alat kendaraan yang rusak tidak sesuai dengan pendapatan yang kami dapat setiap harinya, kalau hitung hitungan sebenarnya rugi” Ujar mereka.

“Kendaraan jenis apa saja jika bolak balik melintasi jalan Mawe-Lawir tidak akan awet, alasannya jalannya rusak parah, bahkan nyawa ikut jadi taruhan.
Banyak pengendara yang kecelakaan akibat buruknya jalan, trus siapa yang tanggung jawab.!?” para sopir sopir ini menggerutu dengan nada kesal.

 

Menanggapi hal tersebut anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT, dapil Kecamatan Lamba Leda Timur Bernadus Nuel

Bernandus Nuel Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT, dapil Kecamatan Lamba Leda Timur

kepada media ini Ahad 18 April 2021 mengatakan,
“Saya mengapresiasikan kepada seluruh masyarakat khususnya lamba Leda timur Desa Rengkam Raya yang sudah secara gotong royong bahu membahu perbaik jalan rusak. Terima kasih sudah mendahului pemerintah. Soal kenaikan tarif itu bukan kewenangan saya itu kewenangan dinas perhubungan” Ujarnya.

“Besok saya bersama Dinas Perhubungan turun langsung untuk melihat lokasi mana saja yang diperbaik oleh parah sopir dan pemilik kendaraan, meski itu pake uang pribadi namun tidak bagus kalau mereka menaiki secara sepihak tanpa melalui kordinasi dengan pemerintah. Itu bukan jalannya sopir sama pemilik kendaraan saja, itu jalannya pemerintah itu semua ada regulasi aturannya” pungkasnya.

Bernandus Nuel menjelaskan bahwa, untuk anggaran tahun 202,  memang sudah disiapkan 1 miliyar dari 1,2 miliyar tetapi kerena harus revosing anggaran akibat dampak covid-19 jadi potong 250 juta.

Lanjut bernadus nuel “saya membela masyarakat kecil, ini sudah penyakit mendunia melanda kondisi ekonomi mereka terpuruk, ini justru tambah sengsara ketika naik sepihak tarif angkutan umum. Besok saya mau cek semua siapa yang naikkan tarif, dan apakah sudah kordinasi dengan pemerintah atau belum” . Tegasnya. (Rep/Eventius Suparno )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *