Menanti Terobosan Kades Terpilih Gerakkan Ekonomi Masyarakat Melalui BUMDes Barugariattang

  • Bagikan
Penulis

OPINI REDAKSI, _ Menjelang pemilihan PAW Desa Barugariattang, Kecamatan Bulukumpa,Kabupaten Bulukumba,pada 17 November 2021 mendatang, ada harapan dan penantian masyarakat di pundak dari ketiga calon yang saat ini sudah ditetapkan untuk berkompetisi. Satu diantaranya akan mendapatkan amanah dari rakyat desa Barugariattang.

Harapan dan penantian masyarakat tersebut, tentu atas dukungan anggaran desa yang saat ini sudah sangat memadai.

Kebijakan Pemerintah melalui kucuran anggaran pembangunan desa, baik melalui ADD maupun BDD, tentu menjadi angin segar bagi masyarakat desa pasalnya, melalui anggaran milyaran rupiah tersebut, berbagai pembangunan tentu dapat dilaksanakan dan manfaatnya langsung bisa dinikmati masyarakat desa.

Namun hal tersebut perlu penjabaran yang efektif bagi pemangku kebijakan di desa dalam hal ini Kepala Desa selaku penguasa pengguna anggaran, bagaimana kemudian mampu melihat skala prioritas yang butuh sentuhan demi menggerakkan ekonomi sesuai slogan dari desa membangun Indonesia.

Disisi lain, kehadiran BUMDes, tentu pula menjadi lembaga ekonomi yang diharapkan mampu menjawab harapan masyarakat melalui pemberdayaan kran ekonomi di desa, sehingga Pemerintah Desa (Kepala Desa) tentu diharapkan punya gebrakan atau terobosan dalam menggerakkan BUMDes agar mampu memberi nilai ekonomi dan tidak hanya sebatas nama yang berkutat pada program yang ada, namun harus bisa menciptakan kreativitas baru yang dapat menciptakan sumber sumber ekonomi.

Gebrakan yang di maksud adalah melalui keberanian akan kebijakan anggaran penyertaan modal untuk BUMDes, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menempatkan orang orang yang memiliki visi serta kemampuan berinovasi dalam mengedukasi semua potensi sumber ekonomi desa.

BUMDes Ajurae, Desa Barugariattang yang merupakan cikal bakal Almarhum Kepala Desa pertama Andi Hamzah, tentu perlu mendapat perhatian dari kepala desa yang akan terpilih kedepan, Kita tidak perlu lagi fokus pada gagal atau tidaknya tetapi bagaimana menciptakan terobosan baru untuk menumbuh kembangkan BUMDes ini, agar dapat memberikan kesejahteraan warga desa secara umum. Jika sebelumnya ada kekurangan, maka sudah selayaknya menjadi evaluasi pembenahan, bukan sibuk pada masalahnya karena hal itu hanya akan menutup diri berfikir inovasi dan sibuk berkutat pada wilayah masalah tanpa fokus pada solusi. Hal tersebut tentu menjadi tanggung jawab pemimpin yang nantinya mendapat amanah rakyat desa Barugariattang.

Salah satu langkah yang mungkin perlu dipikirkan, bagaiman pengurus BUMDes kedepan melihat  peluang, bahwa beberapa warga desa Barugariattang merupakan pedagang pada musim cengkeh misalnya, dimana mereka sering kali mengambil modal usaha pada pedagang lainya di luar desa Barugariattang sehingga perputaran ekonomi juga berada diluar desa Barugariattang. Sekiranya BUMDes memberikan modal, lalu pasca panen hasilnya kemudian dibeli oleh BUMDes sendiri dan di drop langsung ke agen besar di Kota Makasar dengan dukungan armada mobil BUMDes yang sudah ada, Ini tentu akan berdampak baik bagi masyarakat, Selain nilai keuntungan pedagang di desa akan lebih tinggi karena selisih harga, juga akan memberikan keuntungan buat BUMDes itu sendiri, dan tentunya akan kembali pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Barugariattang.

Baca Juga :   Pemdes Barugariattang Gelar Pertemuan Pembentukan Relawan Pokja Pendataan SDGs

Selain itu, pengurus BUMDes bisa memanfaatkan makanan khas hasil karya warga desa Barugariattang, “GIPANG” adalah produk yang di hasilkan dari desa ini, tentu penting mendapat perhatian melalui pelatihan ibu rumah tangga yang nantinya pemilik lisensi mendapat hak sesuai kesepakatan, Polanya adalah, BUMDes memberikan ruang produksi melalui permodalan dan pembinaan, kemudian memasarkan ke kios, tempat wisata, swalayan dan tempat lainnya. Yang paling penting , bagaimana melakukan komunikasi untuk mendorong Pemkab Bulukumba  menjadikan produk tersebut sebagai makanan jamuan para tamu yang datang, baik dalam kunjungan dinas, maupun silaturahmi biasa, Dan yang juga penting adalah menjadikan bahan jamuan pada rapat rapat Pemkab maupun DPRD.

Selain itu, menjadikan BUMDes distributor sembako dengan pola, semua penjual eceran dalam desa didorong untuk membeli pada BUMDes, hal ini perlu diberikan edukasi bahwa BUMDes tidak menjual secara eceran dan pengecer akan mendapatkan keuntungan lebih dibanding belanja diluar BUMDes dengan perhitungan jarak, ongkos dan tenaga.

Selain tiga contoh diatas, masih banyak potensi yang dimiliki Desa Barugariattang, namun tidak cukup ruang melalui tulisan ini, Namun pada intinya, pemangku kebijakan dan seluruh perangkatnya, diharapkan mampu menciptakan terobosan dalam menggerakkan ekonomi demi mencapai kesejahteraan masyarakat desa Barugariattang yang lebih baik.

Hal tersebut akan lebih mudah tercapai ketika dibangun dengan niat pengabdian untuk masyarakat desa Barugariattang.

Ini hanya gambaran dari penulis yang lahir di Desa Barugariattang, sehingga merasa penting untuk berfikir bersama, namun ini bukan menjadi bagaian mutlak yang harus dikerjakan kepala desa kedepan, tetapi jika tulisan ini dianggap positif, maka saya berharap, Desa Barugariattang akan lebih maju, berdaya dalam balutan nilai nilai kearifan lokal.

Semoga kita semua senantiasa dalam bimbingan Allah SWT untuk memberikan yang terbaik buat masyarakat Desa Barugariattang….Aamiin.

 

Penulis : A.Nasrullah U. Paolai (Ceo Exposetimur)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: