Ragam  

Sidak Dinas PUPR, Bupati Lutim Ancam Beri Sanksi Tegas: “Jangan Cuma Absen, Lalu Hilang!”

Bupati Luwu Timur, H.Irwan Bachri Syam saat memberikan peringatan keras di hadapan Kadis PUPR dan staf terkait kedisiplinan pegawai (dok Kominfo-sp)

LUWU TIMUR, exposetimur.com – Usai memantau layanan kesehatan di Puskesmas Malili, Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak), kali ini menyasar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Jumat (11/04/2025). Tujuannya jelas: memastikan kehadiran dan kinerja aparatur sipil negara berjalan optimal.

Didampingi Kadis Kominfo-SP, Muhammad Safaat DP, Bupati tiba di Kantor Dinas PUPR sekitar pukul 10.00 WITA. Namun, belum sempat masuk jauh ke dalam, raut wajahnya berubah kecewa. Kantor tampak kosong dan sepi, tanpa aktivitas pelayanan di bagian depan.

“Ini masih jam kerja, tapi kantor seperti tidak berpenghuni. Hanya segelintir pegawai yang terlihat, selebihnya entah ke mana,” geram Bupati Irwan.

Bupati Tekankan Disiplin: “Kalau Perlu, Saya Berhentikan!”

Di hadapan Kepala Dinas dan para staf yang hadir, Bupati Irwan menyampaikan peringatan keras soal kedisiplinan kerja. Ia menyatakan tak akan segan memberikan sanksi tegas, termasuk pemberhentian, jika masih ada pegawai yang bekerja semaunya.

“Kalau saya temukan lagi ada yang keluyuran di jam kerja tanpa alasan jelas, saya beri surat peringatan. Kalau perlu, saya berhentikan. Ini bentuk tanggung jawab kita sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengkritik kebiasaan sejumlah pegawai yang hanya datang pagi untuk absen lalu menghilang. Irwan meminta agar setiap keperluan keluar kantor dilaporkan atau diizinkan secara langsung ke atasan.

“Kalau mendesak, titip izin lewat rekan atau WA. Jangan diam-diam keluar. Ini bukan soal aturan semata, tapi soal etika kerja dan rasa hormat kepada pimpinan,” ujarnya.

Soroti Profesionalisme dan Tanggung Jawab Teknis

Selain soal disiplin, Irwan juga menyinggung kinerja teknis Dinas PUPR. Ia menyoroti lemahnya sistem pengawasan dalam pelaksanaan proyek, serta lemahnya tanggung jawab antar tim.

“Saya tidak ingin ada lagi perencanaan dikerjakan satu pihak, lalu pengawasan orang lain, tapi ketika bermasalah tidak ada yang bertanggung jawab. Ini harus diperbaiki,” tegasnya.

Bupati meminta agar proses perencanaan dan pengawasan benar-benar dilakukan secara profesional dan tidak asal-asalan. Ia juga mengajak seluruh pegawai untuk bersikap terbuka menyampaikan hambatan yang dihadapi.

“Kalau ada masalah teknis atau kendala di lapangan, sampaikan. Kita cari solusi sama-sama. Saya butuh tim yang jujur dan mau bekerja dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Lanjutkan Sidak ke Dinas PMD

Setelah dari PUPR, Bupati melanjutkan sidaknya ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sebagai bagian dari agenda pengawasan menyeluruh terhadap kedisiplinan dan pelayanan ASN di lingkungan Pemkab Lutim.

Sidak ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Irwan dalam memastikan pemerintahan berjalan efektif, disiplin terjaga, dan pelayanan publik berjalan prima demi kepentingan masyarakat Luwu Timur.

(rhj/ikp-humas/kominfo-sp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *