Luwu Timur, — Pemerintah Kabupaten Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Luwu Timur menggelar rapat koordinasi bersama para camat se-Luwu Timur guna mematangkan pelaksanaan program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja, sekaligus membahas persiapan sensus angkatan kerja di seluruh wilayah, belum lama ini.
Rapat tersebut menjadi bagian dari implementasi program prioritas daerah (KP1) yang dicanangkan oleh Bupati Luwu Timur, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing di dunia kerja.
Dalam forum tersebut, dibahas secara komprehensif rencana pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi yang akan diikuti dengan sertifikasi resmi, sebagai upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Para camat diharapkan berperan aktif dalam mendata dan mengidentifikasi potensi tenaga kerja di wilayah masing-masing.
Selain itu, rapat juga menyoroti pelaksanaan sensus angkatan kerja yang akan dilaksanakan di 11 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemutakhiran data tenaga kerja secara akurat dan terintegrasi sebagai dasar perumusan kebijakan ketenagakerjaan ke depan.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Luwu Timur menegaskan bahwa langkah ini menjadi sangat strategis, terutama dalam menyambut perkembangan investasi dan proyek nasional di daerah.
Ia mengungkapkan bahwa proses line clearing di kawasan Lampia yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional telah mulai berjalan. Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat secara langsung dalam pembangunan.
“Momentum ini harus kita siapkan dengan baik. Tenaga kerja lokal harus memiliki kompetensi dan sertifikasi yang memadai agar mampu bersaing dan terserap dalam proyek-proyek strategis yang ada,” ujarnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan kecamatan, diharapkan program peningkatan SDM ini dapat berjalan optimal, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Luwu Timur.
Pemerintah daerah optimistis, dengan perencanaan yang matang dan dukungan data yang akurat, kebijakan ketenagakerjaan ke depan akan lebih tepat sasaran dan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
(Nh exp | Editor: Pena Sang Fakir)












