Monev Kinerja Triwulan II Masuki Tahap Akhir, Pemkab Luwu Timur Perkuat Akuntabilitas dan Capaian Program OPD

Dok Nh-exp tim

MALILI – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Triwulan II Tahun 2026. Memasuki hari terakhir pelaksanaan, kegiatan ini menjadi instrumen strategis untuk mengukur efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan perangkat daerah sekaligus memastikan seluruh target pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

Monitoring dan evaluasi yang berlangsung selama empat hari, sejak 13 hingga 16 Juli 2026, dilaksanakan sebagai bagian dari pengendalian kinerja pemerintah daerah. Kegiatan ini bertujuan memantau pelaksanaan Perjanjian Kinerja dan Rencana Aksi, menilai tingkat pencapaian sasaran strategis, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan kendala dalam pelaksanaan program maupun kegiatan.

Hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah pada periode berikutnya sehingga target pembangunan dapat dicapai secara optimal.

Hingga hari terakhir pelaksanaan, sebanyak 26 dari total 31 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah menyelesaikan proses monitoring dan evaluasi.

Sementara itu, OPD yang masih menjalani atau akan mengikuti tahapan monitoring meliputi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, seluruh kecamatan, serta Inspektorat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah, Kabupaten Luwu Timur, Kamal Rasyid, S, STP menegaskan bahwa Monitoring dan Evaluasi Kinerja Triwulan II merupakan instrumen penting untuk memastikan seluruh perangkat daerah tetap berada pada jalur pencapaian target pembangunan sebagaimana yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan daerah.

Menurutnya, melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala, pemerintah dapat mengukur capaian kinerja setiap OPD, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi, sekaligus menyusun langkah-langkah perbaikan agar pelaksanaan program semakin efektif.

“Monitoring dan evaluasi bukan sekadar kegiatan administratif, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target. Dari hasil evaluasi ini kita dapat mengetahui capaian masing-masing perangkat daerah, mengidentifikasi berbagai kendala, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja pada triwulan berikutnya,” ujar Kamal Rasyid.

Ia berharap seluruh perangkat daerah memanfaatkan hasil monitoring dan evaluasi sebagai bahan introspeksi dan penyempurnaan pelaksanaan program sehingga target pembangunan Kabupaten Luwu Timur dapat dicapai secara lebih efektif, efisien, terukur, dan akuntabel.

Melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Kinerja Triwulan II, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menegaskan komitmennya membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil, sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.

(Nh-exp/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *