Diduga Ada Aktor Intelektual, KNPI Sulbar Kecam Pengeroyokan Ketua DPP KNPI Haris Pratama

Panji Bayu Widodo Ketua DPD I KNPI Sulawesi Barat

Sulbar, exposetimur.com | Tindakan kekerasan (pengeroyokan) yang di alami Ketua DPP KNPI Haris Pratama sangat disayangkan dan pelaku harus mendapat hukuman setimpal. Hal itu ditegaskan Ketua DPD 1 KNPI Sulbar Panji Bayu Widodo.

Diungkapkannya, apa yang dialami Ketum KNPI Haris Pertama bukan hanya kejahatan kecil, ada bentuk kebobrokan demokrasi di Indonesia dan meminta polri mengungkap pelaku di balik kejadian tersebut.

“Ini sangat kami sayangkan terlebih dapat merusak mental masyarakat yang berani menyatakan pendapat ke publik,” jelas Tokoh dari Mateng ini.

Lebih lajut dikatakan, Ketum KNPI Haris Pertama lagi banyak menyorot persoalan publik di antaranya menyangkut Ferdinan Hutahaean dan pengungkapan 99 perusahaan sawit terindikasi.

Bayu menduga ada aktor dibalik kejadian tersebut, sehingga dirinya minta agar kasus ini diusut hingga tuntas. Sebelumnya pihak kepolisian telah menetapkan empat orang tersangka pelaku pengeroyokan yang mengaku diupah.

“Kami DPD KNPI Sulbar menduga ada aktor intelektual dibalik pengeroyokan tersebut, karenanya kami desak agar Kapolri memerintahkan jajarannya mengusut tuntas atas perilaku premanisme,” ujarnya saat di konfirmasi oleh wartawati media online Exposetimur.com, Rabu (02/03/2022).

“Kita tidak akan tunduk dan kalah oleh aksi premanisme. DPD KNPI Sulbar siap kawal kasus ini hingga terbongkar semuanya,” tegasnya.

Diketahui bahwa, hari senin 21 Februari 2022 sekitar pukul 14.10 di parkiran rumah makan Garuda Cikini, sesaat setelah turun dari mobil, ketua umum Haris pertama di hajar dan dipukul oleh orang tidak dikenal sebanyak lebih dari 3 orang. Di duga ketua umum sudah di ikuti sejak dari rumah, dan pada saat di parkiran rumah makan Cikini, orang tersebut langsung menghajar Haris dengan batu dan benda tumpul lainnya,. Usai melakukan aksinya, para pelaku kemudian kabur menggunakan sepeda motor.

Baca Juga :   Pasca Penggusuran Di Pantai Merpati, Kopri dan Kohati Memberikan Edukasi Pada Warga Terdampak

Atas kejadian itu, ketua umum langsung melapor ke Polsek Menteng untuk membuat laporan sekaligus untuk visum, akan tetapi sampai di Polsek Menteng tersebut, Polisi yang sedang bertugas dinilai sedikit lambat menangani laporan Haris dan malah menyuruh untuk duduk, sehingga yang bersangkutan langsung menuju ke IGD RSCM Kencana untuk penanganan medis, karena pelipis dan kepalanya mengalami sobek dan harus di jahit dan di tangani secara serius.

Terkait kejadian ini juga, Oknum politisi Golkar mendapat surat panggilan pemeriksaan sebagai saksi oleh Polda Metro Jaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *