Jika Ada Kopi Yang Pahit, Maka Ada Gula Yang Manis

  • Bagikan
Penulis :Zulfatul hijra (Owner Markaz Tahsin Dan Tahfidz Panrita Yasmin)

OPINI,EXPOSETIMUR.COM _ Dalam kehidupan sehari hari adakalanya kita mengalami kondisi yang amat sulit, kadangkala bagai makan buah simalakama.Maju kena mundur kena, dimakan mati bapak tidak dimakan mati ibu, sehingga sulit bagi kita untuk mengambil keputusan  langkah mana yang harus diambil.
Adakalanya kita menghadapi beban yang berat, seperti hutang yang menumpuk, perusahaan  bangkrut, terkena PHK, rumah tangga terancam bubar, anak yang selalu membuat masalah, usaha  bisnis selalu gagal, penyakit yang tak kunjuLISAN YANG CERDIK DAN PANDAI
@forumahlusunnahng sembuh, menderita  penyakit ganas seperti tumor , kanker , peyakit jantung dan lain sebagainya. Banyak orang yang sampai putus asa menghadapi semua itu. Mereka yang tidak sanggup  ada kalanya  mengambil jalan pintas dengan tindakan bunuh diri.
Orang yang beriman dan percaya akan pertolongan  Allah in syaa Allah mampu mengatasi semua masalah itu. Bersama Allah tidak ada masalah yang tidak mungkin diselesaikanNya. Allah sudah menjanjikan  dalam surat At Thalaq ayat 2-3 :“…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. 3. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (At Thalaq 2-3)
Allah hanya memberikan pertolongan seperti yang disebutkan diatas kepada orang yang bertakwa dan yakin akan pertolonganNya.  Kebanyakan  kita sulit untuk keluar dari berbagai masalah karena kurang bertakwa dan yakin akan pertolongan Allah. Kita terlalu mengandalkan akal dan kemampuan diri , sehingga kurang yakin akan kemampuan dan kekuatan Allah. Kebanyakan kita hanya mengandalkan akal dan kemampuan diri, enggan bergantung dan memohon pada Allah. Bahkan beranggapan berdoa dan memohon pada Allah sebagai usaha yang sia sia saja.
Saya mengambil pelajaran dari kegagalan yang saya alami sepekan yang lalu, saya harus kembali kerumah dan berhenti berjuang bersama para saudari-saudari saya di karantina tahfidz nasional, saya harus pulang dikarenakan sakit dan tidak memungkinkan saya berada dikarantina itu. Hati ini sangat sakit dan tidak iklas meninggalkan karantina meski saya dijanji bahwa saya akan kembali di karantina bulan depan di angkatan ke 6.
Hati saya memberontak ketika seorang ustadz datang mejemput saya malam itu, saya menyalahkan segalanya. Tak mudah bagi saya bisa mengikuti karantina karna butuh bertahun-tahun saya harus meyakinkan oratua dan harus menahan malu memohon bantuan donatur kepada para penduduk bukukumba, seperti para pejabat, pegawai, pemerintah dan Baznas. hal inilah yang membuat saya sangat sakit hati. Ketika saya membaca Al-qur’an dan memahami maknanya dengan baik saya tersadar ternyata benar malam itu saat saya harus meninggalkan karantina bukan karena Allahu tak menyayangi saya dan tak menolong saya pada malam itu karna begitu banyak berita gembira yang menunggukkan dikampung, dan itu terbukti sehari setibanya dirumah, sudah banyak panggilan dan pertanyaan mengenai agama, mengisi kajian, melatih memanah dan bahkan saya tak duga-duga pak bupati sudah menyiapkan untukku biaya karantina yang sangat besar, Masya Allahu. Dan memang pada saat pekan lalu saya dikarantina saya belum membayar seperserpun, saya kesana bermodalkan keyakinan dan keberanian saja dan ternyata ini juga alasan mengapa baru sepekan saya disana sudah harus pulang karna ternyata saya belum membayar biaya administrasi. Saya sudah paham dibalik sakit yang saya alami di karantina hingga harus dipulangkan karna belum bayar administrasi karantina (masih ada hutang).

Didalam Al Qur’an ada beberapa ayat yang kalau didengar secara berulang ulang akan membangkitkan ketakwaan dan keyakinan pada Allah Jika hati sudah fokus dan yakin pada kekuatan dan pertolongan Allah maka Allah akan mendatangkan pertolongan dari tempat yang tidak pernah disangka sangka. Allah akan mencukupkan semua hajat dan kebutuhannya.

Berikut ini  saya sampaikan beberapa ayat yang dapat membangkitkan keimanan , 22. Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. 23. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,  (Al Hadit 22-23)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa tidak ada satu bencanapun yang menimpa kita melainkan sudah tertulis dalam kitab (lauhilmahfuz) sebelum terjadinya. Allah mengabarkan hal ini agar kita jangan sedih atas apa yang luput dari kita dan jangan sombong dan bangga atas apa nikmat yang diberikan Allah pada kita. Dengan mendengarkan ayat ini berulang ulang insya Allah kita akan  ikhlas dan ridho menerima segala masalah dan  beban berat yang hadir dihadapan kita. Kita sadar sepenuhnya bahwa semua itu sudah ada dalam perencanaan Allah, tanpa izin dan kehendak Allah semua itu tidak akan terjadi dan menimpa kehidupan kita. Rasa ikhlas dan ridho akan melapangkan dada kita, sehingga kita tidak diliputi rasa gelisah, panik, dan tertekan dengan demikian kita bisa berfikir dengan tenang untuk berusaha mengatasi masalah tersebut.
Orang yang tidak ikhlas selalu bertanya kenapa ini terjadi, kemudian protes pada Allah dan lingkungan, menyalahkan berbagai pihak, menyesal berkepanjangan. Rasa panik, gelisah, menyesal, tertekan, menyebabkan fikiran jadi buntu , bagaiamana dia akan mampu mengatasi masalah yang dihadapinya. Ia akan terpuruk bertambah dalam pada kesulitan yang dihadapinya. Kebanhyakan mereka akhirnya menjadi gila atau bunuh diri.
51. Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”         (At Taubah 51)
Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa tidak akan menimpa kita sesuatu melainkan dengan izin dan kehendak Allah. Dialah pelindung dan pemimpin kita, dan hanya kepada Allah saja orang yang beriman bertawakal.
Dengan membaca ayat ini berulang ulang akan tertanam keyakinan didalam hati kita bahwa apa yang terjadi pada diri kita adalah atas izin dan kehendak Allah. Tanpa izin dan kehendakNya semua itu mustahil terjadi. Keyakinan ini akan menimbulkan rasa ikhlas dan ridho akan segala ketetapanNya.
Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa Allahlah pelindung dan pemimpin orang yang beriman, hanya pada Allah orang yang beriman bertawakal dan berserah diri. Ayat ini akan menimbulkan keyakinan bahwa Allah akan melindungi kita dari berbagai efek buruk kejadian yang menimpa kita. Rasa ikhlas dan ridho akan membangkitkan rasa tawakal dan berserah diri pada Allah. Rasa ikhlas dan tawakal inilah yang menjadi sebab datangnya pertolongan Allah sebagaiman disebutkan dalam surat at Thalaq ayat 2-3.
ALI IMRAN AYAT 160
160. Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (Ali Imran 160)
Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa jika Allah menolong kita tidak ada satu kekuatanpun yang bisa mengalahkan kita. Namun jika Allah meninggalkan kita kemana lagi kita akan minta tolong?. Karena itu sebaiknya kita hanya bertawakkal dan berserah diri pada Allah, Dialah sebaik baik penolong. Tidak ada yang lebih kuat dan dahsyat daripada Allah.
Dengan membaca ayat ini berulang ulang akan timbul keyakinan didalam diri kita bahwa jika Alah menolong kita maka tidak ada satu kekuatanpun didunia ini yang dapat   mengalahkan kita. Keyakinan ini akan menimbulkan ketenangan dan keyakinan  yang kuat didalam hati bahwa dengan perolongan Allah , kita bisa mengatasi berbagai masalah yang hadir dihadapan kita, betapapun beratnya masalah itu.
Keyakinan tersebut akan membangkitkan rasa tawakal dan percaya penuh akan pertolongan  Allah. Rasa tawakal dan berserah diri pada Allah  itulah sifat utama yang dapat mendatangkan pertolongan  Allah pada kita. Rasa tawakal dan yakin akan pertolonga Allah itu juga akan membebaskan kita dari rasa gelisah, panik, takut, cemas, tertekan, stres berkepanjangan yang dapat mengacaukan jalan fikiran dan ketahanan tubuh kita.
AL ANFAL AYAT 9-10
9. (Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.” 10. Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Anfal 9-10)
Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa jika kita mohon pertolongan pada Allah maka Allah akan mengirim 1000 Malaikat yang datang berturut turut. Allah mengirim bantuan tentara malikat itu agar hati kita menjadi tentram karenanya. Kemenangan itu datangnya dari sisi Allah.
Ayat ini diturunkan sehubungan dengan permohonan Rasulullah untuk mengalahkan musuh pada perang Badar. Peperangan itu sangat tidak berimbang Rasululah dengan pasukan yang hanya 300 orang dan perlengkapan seadanya berhadapan dengan pasukan Quraisy yang berjumlah 1000 orang dengan perlengkapan yang lebih dari cukup. Dalam surat Ali Imran ayat 124-125 Allah bahkan mengingatkan bahwa jika bantuan dengan 1000 Malaikat dirasa kurang Allah akan mendatangkan 3000 sampai 5000 malaikat.
Pertolongan dengan tentara Malaikat ini juga berlaku bagi kita orang beriman dimanapun berada. Allah banyak mengingatkan hal ini dalam Al Qur’an antara lain dalam surat Fushilat ayat 30-32 dan surat Al Fath ayat 4.
Dengan membaca ayat ini secara berulang ulang timbul keyakinan didalam diri kita bahwa Allah akan mengirimkan bantuan pada kita dengan ribuan Malaikat yang datang dari segala penjuru langit dan bumi. Allah mengirim bantuan itu agar hati kita jadi tenang dan yakin akan pertolongan Allah.
Dengan pertolongan  Malaikat ini seorang beriman mampu melakukan hal hal yang luar biasa. Pada kenyataanya orang hanya melihat dia seorang diri, orang tidak mengetahui bahwa pada sisi yang tidak tampak ada ribuan Malaikat yang siap menolongnya  menyelesaikan berbagai masalah yang  dihadapinya.
FUSHILAT AYAT 30-32
30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” 31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. 32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang            (Fushilat 30-32)
Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa orang yang mengatakan Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka berpendirian teguh akan datang kepada mereka para Malaikat mengatakan:” Jangan kalian takut dan jangan kalian bersedih, bergembiralah dengan syurga yang dijanjikan bagi kamu. Kamilah pelindung dan penolong kamu dalam kehidupan dunia dan akhirat “.
Dengan membaca ayat ini secara beulang ulang akan muncul keyakinan didalam hati bahwa dengan berpendirian teguh Allah akan mendatangkan para Malaikat yang siap menolong dan memberikan bantuan mengatasi berbagai masalah dan problem yang dihadapi. Keyakinan ini akan memberi ketenangan pada hati dan fikiran sehingga bisa menyelesaikan masalah yang muncul dengan mudah .
Orang yang menghadapi masalah dengan perasaan cemas ,takut, panik dan stress berkepanjangan tidak mungkin bisa berfikir dengan baik dan bijak. Ia  banyak mengambil keputusan yang keliru yang menambah parah keadaan . Disamping itu Rasa gelisah berkepanjangan juga akan merusak sistim pertahanan tubuhnya sehingga mudah diserang berbagai penyakit .
AR RUM AYAT 5-6
5. Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. 6. (Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Ar Rum 5-6)
Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa Ia akan memberikan pertolongan kepada siapa saja yang dikehendakiNya dengan pertolongan yang dahsyat dari sisiNya. Itu adalah janji yang benar dari Allah, dan  Allah tidak pernah mengingkari janjiNya namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Dia maha kuat dan maha perkasa untuk memberikan pertolongan pada siapa saja yang dikehendakiNya.
Dengan membaca ayat ini secara berulang ulang akan muncul keyakinan didalam hati bahwa Allah pasti akan memberikan pertolongan denga  pertolongan yang dahsyat dalam mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Itu adalah janji Allah dan Allah tidak pernah mengingkari janjiNya. Apa yang dijanjikan Allah  pasti dipenuhiNya, namun kebanyakan manusia tidak mengetahui dan tidak menyadari hal ini.
Keyakinan akan pertolongan Allah ini akan memberi ketenangan pada hati  dan memberi kekuatan dalam berfikir untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi.
AT THUR AYAT 48-49
48. Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri. 49. dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).(At Thur 48-49)
Didalam ayat ini Allah mengingatkan agar kita bersabar dalam menjalani ketetapan Allah yang datang pada kita yang berupa berbagai musibah, bencana, masalah yang rumit dan pelik, ancaman dan kejadian yang menggoncangkan hati dan fikiran.  Allah mengingatkan bahwa selama kita bersabar dan bertawakal padaNya , Allah selalu mengawasi dan memperhatikan keadaan kita. Untuk menguatkan hati kita Allah memerintahkan kita agar selalu bertasbih mensucikan namaNya dimanapun kita berada ketika berdiri dan ketika datang malam hari hingga terbenam bintang dilangit (waktu fajar) .
Dengan membaca ayat ini secara berulang ulang akan muncul kesadaran didalam diri kita untuk bersabar menjalani ketetapan Allah yang berupa berbagai kejadian yang tidak menyenangkan dan mengoncangkan hati dan fikiran. Disamping itu akan muncul keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi dan memperhatikan keadaan kita dimanapun kita berada, dan Dia selalu siap menyelamatkan kita dalam keadaan yang kritis.
Ayat ini juga memberi semangat pada kita untuk selalu bertasbih mensucikan nama Allah dimanapun kita berada baik ketika berdiri, duduk dan berdiri. Ayat ini juga  memberi dorongan dan semangat pada kita untuk bertasbih pada sebagian malam i hingga terbenam bintang dilangit (waktu fajar).
Ketika anda mengalami kesulitan dan ditimpa musibah Bacalah ayat ayat tersebut berulang ulang hayati dan resapi maknanya. In syaa Allah hati dan fikiran anda akan menjadi  tenang dan Allah akan menolong anda menyelesaikan berbagai maslah yang anda hadapi itu.
Bacalah ayat tersebut diatas berulang ulang selesai membaca ayat tersebut  berdoalah pada Allah agar Dia menolong anda menyelesaikan berbagai masalah yang anda hadapi. Jika keyakinan anda pada Allah maksimal dan memenuhi segenap relung hati dan fikiran anda , hati dan fikiran  anda akan terasa  nyaman dan tentram. In syaa Allah pertoliongan Allah akan segera datang pada anda.
*Jika ada kopi yang pahit maka ada gula yang manis*
Kopi yang pahit akan menjadi manis dalam waktu yang sangat sinkat.
Kesulitan yang anda alami akan menjadi kemudahan dalam waktu yang bersamaan, yakin dan percayalah. Allahu berfirman dalam Al_qur’an Asy-syaroh:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
Kata مع Jika diartikan dalama bahasa indonesia itu artinya *Sama* Nah ber’arti makna ayat diatas itu *Sesungguhnya kesulitan itu bersamaa dengan kemudahan*
Ya tapi mungkin saja kemudahannya adalah kepentingan yang lain, yang menurut Allahu itu pantas untuk anda diberikan kemudahan.
Jika diberi kesulitan, cobaan atau apalah itu yang membuat anda tidak ridho maka bersabarlah, tingkatkan ketaqwaan kepada Allahu karna ada hikma dibalik kesulitan itu, ada kebahagiaan yang besar sedang menunggu atau mungkin saja Allahu ingin meninggikan derajat anda disisinya.
Jika anda tidak berhasil mencapai apa yang ingi anda capai, maka cobalah untuk bermuhasabah
Apakah niat anda sudah baik? Lillahi ta’ala, kewaqwaan anda bagaimana? Anda ta’at tidak sama perintah Allahu? Muhasabahlah jika anda tidak berhasil dan perbanyaklah bersyukur
Karna apa yang anda rasakan, dapatkan didunia ini semua adalah nikmat Allahu yang diberikan kepada anda tanpa pandang bulu
فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
13. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
*”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”*
Hidup di dunia adalah satu fase dari sekian fase kehidupan manusia. Ia ada demi sebuah ujian dan cobaan bagi yang menjalaninya, dan kan berakhir dengan suatu kematian, hanya saja kematian ini bukanlah akhir dari segalanya. Marilah mencermati firman-Nya: “Dia (Allah) yang telah menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun“. (QS Al-Mulk: 2) .
Belia, muda, maupun tua tidak ada yang tahu, mereka pun bisa merasakan kematian. Setahun yang silam, kita barangkali melihat saudara kita dalam keadaan sehat bugar, ia pun masih muda dan kuat. Namun hari ini ternyata ia telah pergi meninggalkan kita. Kita pun tahu, kita tidak tahu kapan maut menjemput kita. Entah besok, entah lusa, entah kapan. Namun kematian sobat kita, itu sudah cukup sebagai pengingat, penyadar dari kelalaian kita.  Bahwa kita pun akan sama dengannya, akan kembali pada Allah. Dunia akan kita tinggalkan di belakang. Dunia hanya sebagai lahan mencari bekal. Alam akhiratlah tempat akhir kita.
“Bagi dunia, mungkin kamu adalah miliarder, selebriti atau tokoh penting lainnya. Namun, bagi malaikat maut, kamu tidk lain hanyalah nama yang telah terdaftar”_
Ini adalah salah satu diantara sekian banyak kata-kata tentang kematian yang harus menjadi peringatan.
Seringkali seseorang yang terpapar hingar-bingar dunia akan beranggapan dirinya adalah sosok yang paling penting.
Padahal , jika kita menyakini kematian adalah hal yang pasti,
Seperti firman Allahu shubhana wata a’la yang artinya: *”Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”* (QS. Al-Imran : 185).
Maka kita akan menyadari bahwa kita adalah nama yang menunggu untuk “dipanggil”
Islam adalah yang menetapkan akhirat sebagai tujuan utama dalam kehidupannya. Denga landasan tersebut, maka kematian merupakan hal yang terpenting dalam ajaran agama ini. Dalam satu ayat dalam Al-qur’an, yang artinya “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS.Al-Imran: 185).
Ayat yang tergolong singkat tersebut dapat menjadi sebuah lecutan. Dengan memahamj ayat tersebut, kita tentu bisa menyadari betapa kehidupan dunia ini akan berakhir.
Selain itu ayat tersebut juga dapat menjadi pengingat untuk senantiasa berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.
Terakhir, marilah senantiasa mengingat kematian keluarga, sahabat, dan tetangga-tetangga kita yang terlebih dahulu mendahului kita, dimanakah tempat mereka sekarang ini berada ? Apakah kuburan mereka telah menjelma menjadi satu diantara taman-taman surga ? Ataukah berubah menjadi satu diantara lembah-lembah jahannam ? Lalu kemudian, marilah merenung bahwa cepat atau lambat kita pasti akan pasti kembali.

Baca Juga :   Mahasiswa Bisa Apa Ditengah Pandemi Covid -19 ?

Penulis :Zulfatul hijra
(Owner Markaz Tahsin Dan Tahfidz Panrita Yasmin)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *