Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja

  • Bagikan
Kurnia, Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

OPINI, EXPOSETIMUR.COM _ Mendengar atau membaca kata-kata pergaulan bebas sudah tidak asing lagi di telinga kita, ini adalah masalah yang tak kunjung usai di kalangan remaja yang meresahkan masyarakat bahkan juga dapat merugikan negara. Pergaulan bebas di zaman sekarang telah menjadi tradisi di kalangan remaja, mereka berpikir belum keren kalau belum bebas, pemikiran remaja seperti itu yang kerap membawa mereka ke dalam pergaulan bebas, seperti Narkoba, sex bebas, pelecehan seksual, meminum minuman keras (miras). Pergaulan bebas juga dapat di sebabkan oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Beberapa contoh faktor internal, seperti adanya rasa penasaran yang kuat dari dalam diri untuk melakukan hal-hal yang di anggap dapat membuat jiwanya merasa puas, namun sebenarnya yang dilakukan adalah suatu hal yang menyimpang. Adapun contoh faktor internal lainnya seperti pada saat remaja mengalami depresi yang membuatnya terjerumus hingga ke pergaulan bebas tanpa memikirkan orang di sekitarnya.

Kemudian kita membahas faktor eksternalnya, beberapa contoh faktor eksternal seperti tekanan yang timbul dalam rumah tangga yg membuat pemikiran seseorang menjauh dari hal-hal positif dan membuat seseorang jauh tenggelam dalam pemikiran negatif hingga melakukan hal-hal yang dapat merugikan dirinya maupun orang di sekitarnya. Adapun contoh lainnya seperti dorongan dari teman-temannya untuk melakukan hal-hal negatif yang dapat membuatnya lebih keren di mata teman-temannya. Faktor lain yang menyebabkan seseorang terjerat dalam pergaulan bebas dikarenakan kurangnya perhatian dari orang tua yang sibuk akan pekerjaannya sehingga anak tidak bisa diperhatikan dengan maksimal, atau bahkan karena orang tua yang terlalu keras terhadap anaknya sehingga anak terkadang takut untuk menceritakan segala sesuatunya kepada orang tuanya. Faktor yang lebih rawan adalah lingkungan sekitar dan keselektifan dalam memilih teman serta kurangnya kekuatan Iman seseorang.

Dari berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas, saya tertarik pada dampak yang ditimbulkannya khususnya bagi para kaum hawa. Adanya pergaulan bebas menyebabkan banyak individu yang mengikuti gaya hidup orang barat yang seharusnya bisa disaring terlebih dahulu sebelum diimplementasikan atau diinternalisasikan pada diri sendiri. Di Indonesia sendiri telah banyak terjadi tindakan pelecehan terhadap wanita yang berujung pada tindakan kriminal bahkan kehilangan nyawa. Sangat disayangkan ketika seorang wanita diperlakukan seperti itu dimana seharusnya wanita dihormati, karena berbicara wanita maka kita dapat melirik bagaimana kita menghormati Ibu kita yang juga merupakan seorang wanita yang seharusnya diperlakukan secara lembut dan terhormat.

Baca Juga :   Meneguhkan Semangat Dalam Jiwa, Etos, dan Problematika Pendidikan, Selamat Hari Guru Nasional!

Akhir-akhir ini banyak kasus wanita yang dilecehkan namun berujung pada pembunuhan atau hilangnya nyawa. Hal ini seharusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah kedepannya agar mulai memikirkan cara atau metode agar hal ini mampu diminimalisir. Sungguh sangat disayangkan ketika negeri ini terus dilanda dengan kasus-kasus seperti itu yang seakan-akan berdampak terhadap martabat seorang wanita. Bukannya dengan berbicara seperti ini berarti menyalahkan kaum Adam sepenuhnya, akan tetapi hal ini menjadi tanggung jawab seorang pria untuk melindungi dan menghormati kaum wanita bukannya malah dilecehkan dan lari dari tanggung jawab. Bagi kaum Adam ketika engkau belum siap dalam mempertanggungjawabkan sesuatu maka janganlah sekali-kali engkau melakukannya.

Oleh karena itu, perlu adanya pembetukan moral dan etika sejak kecil dalam hal ini pembentukan karakter dengan mengajarkan ilmu agama terhadap anak serta perlunya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak di luar rumah. Perlakukanlah anak seperti sahabat, menjadi teman ngobrol, curhat, diskusi, bahkan mencari solusi dari masalahnya. Orang tua merupakan sekolah pertama bagi anak, maka maksimalkanlah hal tersebut agar anak tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.
Terlepas dari berbagai kasus pelecehan terhadap wanita, penekanan yang diharapkan yaitu pengawasan terhadap pergaulan bebas dan adopsi budaya-budaya luar yang sekiranya perlu disaring terlebih dahulu mana baik dan yang buruk. Oleh karena itu, diharapkan bukan saja bagi orang tua, namun juga bagi pendidik dan pemerintah agar mampu bersama-sama mengurangi tingkat pergaulan bebas yang terjadi di negeri ini, agar terbebas dari pergaulan bebas dan karena remaja sebagai generasi penerus bangsa, dengan pergaulan yang sehat, tentu akan berdampak positip bagi masa depan bangsa dan negara.

 

Penulis: Kurnia (Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: