Miris! Kakek 70 Tahun di Kajang Hidup Sebatang Kara di Gubuk Rewok

  • Bagikan
Kabid Rehsos Dinas Sosial Kab.Bulukumba H. Andi Sudirman Pattikkai saat mengujungi Kakek Lalissing untuk melakukan Intervensi program beberapa waktu

BULUKUMBA,EXPOSETIMUR.com – Ketimpangan sosial memang menjadi persoalan yang tidak pernah usai. Saat kita semua diperlihatkan gelimang harta dan kemewahan beberapa golongan, kerap kali kita juga di pertontonkan kondisi saudara kita yang kehidupanya sangat miris.

Adalah Salissing, warga Lingkungan Daloba, Kel.Tanah Jaya, Kec. Kajang, Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kakek yang berusia sekitar 70 tahun ini, harus menjalani hidup sebatang kara di sebuah gubuk yang sudah rewok berukuran 2×2 meter. Untuk makan sehari hari, Ia kerap mendapat bantuan tetangganya atau upah dari orang orang yang meminta jasanya sebagai buruh serabutan.

Yang mirisnya lagi, pada saat memasuki musim hujan. Mungkin kita semua bisa tertidur nyenyak, tetapi tidak dengan kakek Salissing yang harus pasrah tubuhnya tercabik dingingnya malam dan rimbun air hujan dari atap rumah yang sudah mulai banyak bocor.

Menurut Informasi yang dihimpun, Istrinya sudah meninggal dunia dan ia memiliki seorang anak,  namun kakek Lalissing memilih hidup sendiri.

Kondisi Kakek Lalissing ini sebelumny mendapat perhatian lembaga sosial, dimana  Baznas Kab. Bulukumba sudah melakukan pemberian bantuan bahan makanan untuk sedikit membantu kebutuhan kakek Lalissing.

Kabid Rehsos Dinas Sosial Kab. Bulukumba yang sebelumnya berkunjungi kediaman kakek Lalissing tersebut menuturkan bahwa, Pembangunan rumah beliau sulit dianggarkan dalam APBD karena lokasi yang ditempati bukan tanah sendiri.

” Kami sudah menyambangi beliau, namun kami gagal intervensi dengan program dinsos, tidak bisa di anggarankan di APBD karena bukan tanahnya, sehingga kami memikirkan bagaiman cara untuk menindakinya, maka saya coba kembali gagas dgn model gotong royong seperti yang telah kami lakukan dibeberapa kecamatan. Jadi ini yang ke enam, pertama di Gantarang, kedua Ujung Bulu, ketiga di Bukukumpa, ke empat di Herlang dan ke lima di Bonto Tiro” Papar H. Andi Sudirman Pattikkai saat di konfiemasi exposetimur, Selasa (25/02/2020).

Baca Juga :   Suami Menolak Dirujuk Karena Biaya, Kabid Rehsos Disnos Bulukumba Berhasil Bawa Pasien Ke RSUD H.A Sultan Dg Radja

Andi Sudirman menambahkan bahwa, Untuk memudahkan Intervensi program, Ia sudah menfasilitasi dengan salah satu tokoh masyarakat yang siap menghibahkan lokasinya untuk tempat membangun rumah kaket tersebut.

“Saya sudah fasilitasi dengan seorang tokoh masyarakat setempat, dan Alhamdulillah, beliau siap hibahkan tanhnya. Itulanglah pertama yang saya harus lakukan, kemudian mencari sponsor dari para relawan sosial agar rumah kakek Lalissing bisa dibangun. Intinya saya ingin juga tumbuhkan kembali kesetiakawanan sosial di Kajang” Ujarnya.

“Saya juga ingin menyampaikan pesan kepada semua lapisan bahwa, membangun tidak mesti menggunakan anggaran Pemerintah, karena soal kemanusiaan merupakan tanggungjawab bersama” Kuncinya.

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *