Perempuan Inspiratif Dari Bantaeng, Seorang Bidan Yang Gunakan Waktu Istirahat Berjualan Makanan

  • Bagikan
Fhoto: Sukmawening Galih

BANTAENG, Exposetimur.com – Pada zaman yang semakin modern ini, tidak banyak anak muda mudi yang mengurungkan rasa gengsinya untuk cita cita yang lebih besar, hal tersebut tentu menjadi suatu langkah yang baik bagi generasi menemukan jati diri dan arti berkrya tanpa di bebani rasa ngengsi

Sebut saja Sukmawening Galih yang akrab disapa Nining, salah satu perempuan inspiratif yang lahir di bumi Butta Toa Bantaeng. Hal tersebut bukan tanpa alasan sehingga dikatakan wanita inspiratif pasalnya, Nining bisa membagi waktu untuk melakukan dua tugas setiap harinya.

Nining sebenarnya adalah seorang bidan yang bekerja di Puskesmas kota, meski masih berstatus anak magang namun totalitas kerjanya boleh diacungi jempol dan diperhitungkan.

Sehari hari Nining mengisi jam pulang kantornya dengan berjualan makanan, jualannya pun ada banyak macam dengan varian harga yang terbilang murah dan standar tapi tetap dengan rasa yang enak dan gurih.

Biasanya Nining mempromosikan jualannya disosial media terutama difacebook, yang paling dikenal orang adalah gorengan kroketnya dengan harga Rp.1000 perbiji jemput sendiri, lain cerita kalau diantarkan sampai ke depan rumah pelanggan minimal order Rp.10 ribu rupiah/8 biji.

Adapun jualan lainnya itu adalah bakso bakar, sosis bakar, soto banjar, dan varian takjil kalau bulan puasa.

Kepada tim exposetimur, Nining menuturkan bahwa, semu pekerjaan tentu membuat orang capek tetapi jika dilakukan dengan hati, semua akan terasa ringan. Belum lagi harus beraktifitas lagi sepulang kantor, namun tetap keduanya harus berjalan. Kuncinya kata dia, harus tetap amanah pada tugas yang ada.

“Pastilah ada capeknya, tapi jika itu dilakukan dengan hati tanpa gengsi, semua akan terasa ringan. Yang paling penting jangan mencuri waktu tugas yang diamanahkan untuk kepentingan dagangan. Tuhan sudah mengatur semuanya, sisa kita sebagai manusia harus terus berusaha tanpa mencederi tanggungjawab lainnya” Tuturnya, Senin (20/07).

Baca Juga :   Pemkab Sinjai Fasilitasi Pengusaha Tembakau Sosialisasi Tentang Ketentuan Cukai

Saat ini Nining memilih menjual di emperan rumah tetangganya yang letaknya termasuk jalan poros agar pelanggan bisa lebih mudah untuk menjangkau.

Nining menjual bersama ibunya, jadi tetap ada yang standby di lapak jika ada yang minta dideliverikan.

(Reski Handayani)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: