Pemimpin Itu Seperti Apa? Sugiarto Berpendapat Begini

  • Bagikan
Sugiarto

MAKASSAR, http://exposetimur.com   Apa yang membuat masyarakat bangga kepada pemimpinnya? Sugianto, Salah satu Mahasiswa UIN Alauddin Makassar mencoba menjelaskan Peran Pemimpin Itu seperti apa. Ia menjelaskan bahwa pemimpin itu Melindungi, Mencerdaskan, dan Menyejahterakan.

“Seorang pemimpin harus mempunyai cita-citanya yakni melindungi, memajukan kesejahteraan, mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 alinea ke-4. Itulah yang membuat masyarakat bangga pada pemimpinnya. “Tegas Sugianto

Maka, seorang pemimpin dari tugasnya kepada masyarakat adalah alinea ke-4 dan ketika mereka tidak menjalankan itu tak seorangpun pemimpin dibanggakan oleh masyarakatnya.

“Tak ada seorang pun di negeri ini akan membanggakan bagi pengikut dan rakyatnya ketika dia tidak menjalankan konstitusinya,” kata Sugianto

Nalson Mandala pernah mengatakan bahwa pemimpin yang baik harus siap berkorban untuk memperjuangkan kebebasan rakyatnya.

Kalau kita kembali kesejarah Indonesia yang dulu menderita sebagai negara terjajah selama 350 tahun menjadikan mental bangsa ini seperti kehilangan jati dirinya. Hari ini masih saja di negara Indonesia ini memiliki kepemimpinan yang Otoriter, Tirani bukan lagi mencerdaskan, Mengsejahrakan masyarakat malah menindas masyarakat itu sendiri.

Saya mengingat kembali pernyataan Ir.Soekarno, aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat Tapi sekarang kebalikan malah membodohi masyarakat.

Dan benar apa yang di sampaikan Oleh Seorang Demonstran Bapak Pendiri Organisasi pecinta alam ( Soe Hok Gie) dalam bukannya yang pernah saya baca, bahwa masih banyak kaum munafik yang berkuasa di dunia ini berpura-pura suci dan mengatas namakan Tuhan.

Seorang pemimpin itu pemberi harapan, kemajuan Sebagaimana di jelaskan oleh Harold Geneen, bahwa pemimpinan dilaksanakan lebih sebagai sikap dan tindakan nyata, bukan sekadar kata-kata.

Seorang pemimpin dihargai, disegani, dan dihormati bukan karena kewenangan dan kekuasaan yang dimilikinya, melainkan kapabilitas yang diwujudkan dalam kinerja yang terpuji.

Baca Juga :   Guru Fiqhi MTs Shohibul Ilmi Juara 3 Penulisan Berita Pada Bimtek Kehumasan Kemenag

Kepemimpinan adalah tindakan bukan jabatan. Artinya, lebih baik mampu memimpin tidak usah punya jabatan daripada punya jabatan tidak bisa memimpin.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: